Jelang Nataru Keselamatan Pelayaran di Bakauheni Jadi Perhatian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Keselamatan pelayaran jadi perhatian jelang angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni menyebut koordinasi dengan stakeholder, operator pelayaran akan ditingkatkan. Sebab saat layanan angkutan libur Nataru diprediksi akan terjadi lonjakan  kendaraan dan penumpang.

Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni (memegang mikropon) memaparkan persiapan keselamatan kapal di lintas Bakauheni-Merak, Kamis (12/12/2019) – Foto: Henk Widi

Keselamatan kapal di lintas Bakauheni-Merak menurut Hasan Lessy menjadi perhatian imbas sejumlah insiden. Insiden kapal roll on roll off (Roro) yang pernah terjadi diantaranya kapal kandas, kapal larat, tabrakan hingga kebakaran.

Mengantisipasi kondisi tersebut ASDP Bakauheni meminta pihak terkait bisa melakukan persiapan untuk penanganan insiden yang berpotensi terjadi pada angkutan Nataru.

Angkutan liburan Nataru yang akan berlangsung pada 21 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020 telah berkoordinasi terkait keselamatan pelayaran. Berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu-Lampung,Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, uji petik telah dilakukan.

“Sejumlah kapal untuk angkutan Nataru tahun ini telah menjalankan uji petik, namun antisipasi kecelakaan pelayaran harus dilakukan agar ada persiapan untuk meminimalisir adanya korban,” ungkap Hasan Lessy saat rapat persiapan Nataru di kantor ASDP Bakauheni, Kamis (12/12/2019).

Manajemen keselamatan kapal menurut Hasan Lessy terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Sebagai langkah konkrit antisipasi akan dilakukan melibatkan Badan Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Lampung.

Selain itu sejumlah pihak akan dikerahkan meliputi unsur kesehatan, kepolisian, TNI serta unsur lain dalam proses keselamatan pelayaran.

Sesuai rencana ASDP akan menggelar simulasi latihan search and rescue serta evakuasi korban. Dalam rencana latihan tersebut salah satu kapal di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan mengalami kebocoran.

Berbagai langkah penanganan disebutnya akan dilakukan oleh Ship Traffic Control (STC), pengerahan tim tanggap darurat hingga proses evakuasi.

“Semua pihak terkait di pelabuhan Bakauheni sudah menyiapkan sarana dan prasarana saat kondisi darurat, bukan hanya saat angkutan Nataru tapi akan berkelanjutan,” ungkap Hasan Lessy.

Tim tanggap darurat menurutnya akan saling berkoordinasi dengan sejumlah unsur. Sebab penanganan di laut, di darat telah dievaluasi sejak kejadian insiden KMP Mutiara Persada yang kandas di alur masuk pelabuhan Bakauheni pada Juli 2019 silam saat angkutan Hari Raya Idul Fitri.

Evaluasi penanganan KMP Mutiara Persada yang ditangani akan mengurangi jumlah korban.

“Upaya peningkatan keselamatan pelayaran akan dilakukan secara berkelanjutan bukan hanya saat angkutan Nataru,” papar Hasan Lessy.

Terkait penanganan insiden kecelakaan di laut, Iwan Syahrial selaku kepala KSOP Kelas IV Pelabuhan Bakauheni berharap ada koordinasi sejumlah unsur. Sebab penanganan insiden kecelakaan pelayaran menjadi tanggung jawab bagi ASDP, operator kapal dan unsur terkait di pelabuhan.

Iwan Syahrial (kanan) Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni Lampung Selatan saat ditemui Cendana News di kantor KSOP Bakauheni, Kamis (12/12/2019) – Foto: Henk Widi

Penanganan terhadap insiden di perairan juga melibatkan pihak Jasa Raharja saat ada korban.

“Tim tanggap darurat telah disiagakan melalui sejumlah latihan simulasi yang rutin digelar tidak hanya saat angkutan Idul Fitri dan Nataru,” beber Iwan Syahrial.

Sistem keselamatan pelayaran disebutnya meliputi keselamatan dan keamanan angkutan di perairan, pelabuhan serta lingkungan maritim. Mengacu pada UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 perlu menjadi perhatian bagi stakeholder di lingkungan pelabuhan.

Koordinasi dengan sejumlah stakeholder menurutnya diharapkan tidak merugikan pengguna jasa pelayaran.

Selain keselamatan pelayaran di laut tim tanggap darurat juga akan dilengkapi dengan sejumlah peralatan. Sejumlah peralatan yang harus dipersiapkan meliputi rescue boat Basarnas Lampung, ambulance ASDP Bakauheni, kendaraan patroli KSKP Bakauheni.

Penanganan bagi korban insiden pelayaran juga telah dikoordinasikan dengan PT Jasa Raharja Putera.

Lihat juga...