Jumlah Kasus AKI di Banyumas, Menurun

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Hingga minggu pertama bulan Desember 2019, ada 9 kasus ibu meninggal dunia saat melahirkan di Kabupaten Banyumas. Angka Kematian Ibu (AKI) ini cenderung menurun, dibanding tahun sebelumnya, yang mencapai 18 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk menurunkan AKI di Banyumas. Dan tahun ini, upaya tersebut mulai membuahkan hasil.

“Tahun ini, angka kematian ibu menurun, semoga tidak ada penambahan lagi hingga akhir tahun. Sampai saat ini ada sembilan kasus,” jelas Sadiyanto, di ruang kerjanya, Jumat (6/12/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto menjelaskan tentang AKI di ruang kerjanya, Jumat (6/12/2019). -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurutnya, sembilan kasus AKI tersebut, dari sekitar 18.000 kelahiran. Sehingga jumlah AKI di Kabupaten Banyumas bisa dikategorikan rendah atau menurun. Dinkes Banyumas berhasil melampaui target yang ditetapkan bupati, yaitu minimal AKI 10 kasus untuk tahun ini.

Sadiyanti mengatakan, dari sembilan kasus AKI tersebut, paling dominan disebabkan hipertensi. Hipertensi atau biasa disebut darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada 130/80 mmHg atau lebih.

Pada orang normal saja, kondisi hipertensi berbahaya, sebab jantung dipaksa untuk memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, sehingga bisa menyebabkan stroke, gagal jantung, gagal ginjal dan lainnya.

“Dari sembilan kasus AKI, lima di antaranya karena hipertensi. Begitu pula pada 2018, dari 18 AKI, 10 di antara karena hipertensi,” tuturnya.

Pemicu hipertensi ini bisa disebabkan faktor makanan, seperti konsumsi gorengan dan makanan yang kadar garamnya tinggi. Selain itu, juga bisa disebabkan stres yang berkepanjangan.

Guna menurunkan AKI, tahun ini berbagai upaya telah dilakukan Dinkes Kabupaten Banyumas, antara lain edukasi tentang makanan yang sehat dan bergizi untuk ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara berkesinambungan, mengajak ibu hamil untuk rajin berkonsultasi ke Puskesmas atau bidan dan menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolah raga.

“Dalam upaya penurunan AKI ini, peran Puskesmas sebagai ujung tombak sangat dibutuhkan, begitu pula dengan peran tenaga kesehatan lain, seperti bidan, kegiatan Posyandu, kemudian diperlukan juga kepedulian masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

Lihat juga...