KAI Divre II Sumbar Bantu Modal UKM Rendang Padang

Editor: Koko Triarko

PADANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatra Barat menyalurkan pembiayaan program kemitraan kepada kelompok usaha rendang Ikaboga, Padang, sebesar Rp1 miliar. Tercatat ada 17 pelaku usaha rendang di Kota Padang mendapatkan dana kemitraan tersebut.

Kepala Divre II Sumatra Barat, Insan Kesuma, mengatakan program kemitraan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. Dana senilai Rp1 miliar tersebut diberikan dalam bentuk pinjaman modal usaha, dan diharapkan dapat mengembangkan usaha rendang lebih baik lagi.

“Kegiatan yang kita lakukan ini tidak hanya di Sumatra Barat, tapi regional lainya di Indonesia juga melakukan hal yang sama. Kenapa Ikaboga Padang yang terpilih, karena masuk mengusulkan untuk program kemitraan ini adalah dari Ikakoga Padang,” katanya, usai menyerahkan secara simbolis penyaluran program kemitraan kepada Ikaboga Padang, di Kantor PT KAI Divre II Sumatra Barat, Jumat (20/12/2019).

Ia menjelaskan, dana usaha sebesar Rp1 miliar itu tidak diberikan langsung kepada pelaku usaha rendang yang tergabung dalam Ikaboga. Tapi PT KAI bekerja sama dengan di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Padang, melalui Pelaksana Program Kemitraan PT. PNM Divisi Jasa Manajemen dan LKMS.

Insan menyebutkan, program kemitraan yang juga merupakan bagian dari CSR PT KAI ini memiliki harapan yang besar terhadap pelaku usaha rendang di Kota Padang. Karena rendang yang merupakan makanan terlezat di dunia itu, secara tidak langung dapat tumbuh dan berkembang lebih baik lagi. Artinya, ke depan seiring waktu berjalan, pelaku usaha yang telah dibantu oleh PT KAI tumbuh dengan baik.

“Jadi, melalui program kemitraan ini tidak hanya berharap untuk pengembangan usaha rendang saja. Tapi sembari bertemu dengan masyarakat untuk mensosialisasikan kereta api kepada masyarakat, mulai dari mengajak masyarakat menggunakan kereta api, juga mengimbau untuk selalu hati-hati saat melintasi rel,” ucapnya.

Pria asal Bandung yang juga suka dengan rendang ini berpesan kepada pelaku usaha rendang di Padang, agar tetap konsisten dengan rasa rendang yang diracik.

Karena bila pelaku usaha tidak konsisen denganr rasa rendang yang dijual, pelanggan tidak bakal kembali lagi membeli rendang yang ada di Ikaboga. Untuk itu, penting mempertahankan rasa, karena yang disukai oleh pelanggan ialah rasannya, bukan sekadar kemasan.

“Saya pernah menikmati rendang Acc, Selamet, dan Cristine Hakim itu, karena keluarga di Bandung juga sering pesan untuk oleh-oleh. Jadi lidah saya ini cukup terkenal dengan rendangnya Padang,” sebutnya.

Insan juga memaparkan, selain adanya program kemitraan, PT KAI juga mempunyai Program Bina Lingkungan (BL), program itu adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh perusahaan.

Program BL KAI merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata perusahaan untuk selalu dekat dengan masyarakat, dengan berusaha memberikan sumbangsih yang terbaik bagi negeri dan rakyat Indonesia, sehingga masyarakat dapat menjadi mitra sejati dalam menciptakan situasi kondusif bagi kelangsungan usaha perusahaan.

Sementara itu, Ketua Koperasi Wanita Ikaboga, Ida Nursanti, mengatakan pelaku usaha yang tergabung di Ikaboga seluruhnya bergerak di bidang kuliner yang dikerjakan oleh para ibu-ibu. Alasan kenapa mendaftarkan Ikaboga dalam program kemitraan, karena ada harapan yang tersemat dalam pelaku usaha di Ikaboga.

Harapan itu dengan adanya bantuan dari PT KAI kepada pelaku usaha rendang Padang ini, agar ada kesediaan dari pihak PT KAI menyediakan spot atau tempat bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk kuliner disetiap stasiun. Sebagai langkah awal bisa saja untuk stasisun yang ada di Sumatra Barat, tetapi ke depannya bisa diharapkan dapat mengisi seluruh stasiun kereta api di Indonesia.

“Selain dari PT KAI, kita juga pernah mendapat bantuan yang serupa dari pihak lain. Tapi khusus untuk PT KAI, harapan kami bersedia memberikan tempat untuk menjual produk kami ini di stasiun,” harapnya.

Pemimpin PT PNM Cabang Padang, Yulia Vitria Yohannes, mengatakan, pelaku usaha rendang yang tergabung dalam Ikaboga merupakan para ibu-ibu yang kreatif, karena produk kuliner rendang telah sampai ke luar negeri. Bahkan, dari berbagai pemeran baik lokal maupun nasional, kuliner rendang dari Ikaboga selalu hadir.

“Kita jadi pendamping atau membina UMKM, selama ini untuk Ikaboga lancar saja dalam hal pengembalian pinjaman modal usahanya. Buktinya usaha mereka berjalan dengan baik, dan hal ini berkat bantuan dari berbagai pihak, termasuk kali ini dari PT KAI,” ungkapnya.

Lihat juga...