Kejurnas, Cara Kalteng Menguji Kemampuan Atlet Panahan

Ilustrasi atlet panahan [CDN]

PALANGKA RAYA – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan menjadi ajang menguji kemampuan, pemanah lokal Kalimantan Tengah bersaing dengan pemanah dari provinsi lain.

“Dengan adanya kejurnas ini semoga meningkatkan kualitas dan jam terbang para peserta yang mengikuti kejuaraan panahan tersebut,” kata Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Provinsi Kalteng, Falery Tuwan, usai pembukaan Kejurnas Panahan yang digelar di Palangka Raya, Senin (2/12/2019).

Kompetisi tersebut mempertemukan atlet muda yang sedang menjalani Pusat Pendidikan Dan Latihan Pelajar (PPLP), Pusat Pendidikan Dan Latihan Pelajar Daerah (PPLD) dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang ada di Indonesia. Kejurnas Panahan yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya pada 1-6 Desember 2019 tersebut, diikuti 149 atlet dari sejumlah provinsi.

Kejuaraan akan memperebutkan medali dari setiap kategori yang diperlombakan. “Kegiatan ini akan menjadi ajang evaluasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan pemerintah daerah yang telah melakukan pembinaan di sejumlah PPLP, PPLD dan SKO di setiap daerah,” tambahnya.

Falery menyebut, ajang tersebut tidak lain juga untuk mencari bibit-bibit baru atlet panahan. “Atlet yang nantinya bisa dibawa berlaga ke jenjang nasional dan internasional,” tandasnya.

Kalimantan Tengah mengikutsertakan 15 atlet panahan, yang sudah digembleng secara matang di PPLP atau PPLD yang ada di daerah setempat. Selain menambah jam terbang, kegiatan tersebut juga menjadi pematangan mental serta kualitas atlet, agar mampu bersaing dengan atlet dari luar Kalteng. “Setidaknya pengalaman mereka dan jam terbangnya juga bertambah dengan adanya kejuaraan seperti ini. Semakin banyak pertandingan, semakin banyak pula pengalaman dan ilmu yang mereka dapatkan di cabang tersebut,” bebernya.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kalteng, Ade Supriyadi berharap, lomba panahan nasional bisa menarik minat generasi muda di daerahnya untuk menjadi atlet panahan. Sehingga akan bermunculan bibit-bibit atlet berprestasi. Apalagi olahraga tersebut sama sekali tidak mengadu fisik seperti olahraga lainnya.

Olahraga ini hanya memerlukan kepiawaian dan konsentrasi, dalam melepaskan anak panah agar tepat sasaran. “Namun atlet harus terus digembleng sesuai arahan pelatih, agar menjadi atlet yang berkualitas dan mampu bersaing dengan atlet dari mana saja,” ungkapnya.

Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Bayu Rahadian menegaskan, dipilihnya Kalteng sebagai tuan rumah Kejurnas Panahan karena pembinaan olahraga panahan di Kalteng sangat cukup baik. Bahkan Kalteng juga memiliki atlet panahan nasional bernama Linda, yang kini sedang bertanding di SEA Games 2019 di Filipina. “Tidak hanya panahan saja, Kalteng juga menghasilkan atlet Dayung nasional yakni Leandro,” jelasnya.

Dari ratusan peserta yang mengikuti Kejurnas Panahan, tercatat ada 12 PPLP. Artinya partisipasi dari setiap pembinaan olahraga tersebut cukup tinggi. “Kejurnas Panahan ini juga merupakan bagian program unggulan dari pengelola sentral cabang olahraga,” pungkas Bayu. (Ant)

Lihat juga...