Kelola Aset Negara, LMAN Diminta Libatkan Swasta

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) telah menyerahkan sebanyak 88 aset negara untuk dikelola oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Prosesi serah terima aset dilakukan di Gedung Kementerian Keuangan Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, meminta agar LMAN melibatkan sektor swasta, salah satunya sektor properti dalam pengelolaan aset-aset negara yang sangat besar itu. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan aset negara dapat terkelola baik sehingga memunculkan penerimaan negara dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak.

“Pengelolaan aset negara harus melibatkan dunia usaha. Sektor properti harus terlibat dan mencari cara yang tepat untuk mengelola aset negara,” ujar Suahasil dalam paparannya pada kegiatan Property Outlook 2020: Manajemen Properti Berbasis Teknologi, hari ini di tempat yang sama.

Untuk mendukung pengelolaan aset yang bersifat kolaboratif, Wamenkeu juga menginstruksikan jajaran DJKN agar segera mengeluarkan regulasi yang berkaitan dengan kolaborasi tersebut.

Skema ini dinilai tepat dibandingkan hanya menunggu LMAN saja. Dengan bekerja sama  sektor swasta, aset negara tak hanya bisa tercatat dan memiliki status hukum yang jelas tetapi juga bisa meningkatkan pengelolaan dan ikut memberikan penerimaan negara.

“Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara juga harus mengeluarkan regulasi yang mendukung pengelolaan aset negara yang melibatkan dunia usaha agar pengelolaannya dilaksanakan secara profesional.” tandas Suahasil.

Sementara itu, Dirut LMAN, Rahayu Puspasari, menyatakan bahwa ke depan pengelolaan aset negara tidak bisa dilakukan dengan cara klasik atau biasa. Ia bertekat membuat LMAN jauh lebih adaptif dalam mengelola aset termasuk kaitannya dengan teknologi.

“Kami melihat urgensi bahwa pengelolaan aset negara harus dilakukan dengan paradigma yang berbeda, dalam hal ini seluruh pelaku industri properti termasuk LMAN harus adaptif terhadap perubahan zaman yaitu teknologi,” kata Rahayu.

Perlu diketahui, kegitan Property Outlook 2020: Manajemen Properti Berbasis Teknologi merupakan agenda yang dirancang untuk mempertemukan regulator dan pelaku pasar industri, khususnya properti teknologi.

“Kita berharap agar pihak-pihak yang berkepentingan, masing-masing memahami jika ingin berkolaborasi memanfaatkan aset negara dengan memanfaatkan Prop Tech,” tutup Rahayu.

Lihat juga...