Kemah Akhir Tahun Pandu Pelajar Mengenal Budaya Minangkabau

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Menghindari terjadinya aktivitas huru-hara atau hal yang berbau negatif bagi masyarakat terutama generasi muda, Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat mengantisipasinya dengan salah satunya menggelar kegiatan Kemah Akhir Tahun.

Kegiatan yang diikuti para murid SD, SMP dan SMA sederajat di Kota Bengkuang itu resmi digelar dengan dibuka secara resmi Wali Kota Padang yang diwakili Sekda Kota Padang, Amasrul, di Bumi Perkemahan Lemdika Padang Besi, Senin (30/12/2019).

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, adapun untuk kegiatan ini berlangsung selama 29 Desember – 1 Januari 2020 dengan diikuti sebanyak 868 orang peserta yang terdiri dari anggota Pramuka Penggalang dan Penegak Kwartir Cabang (Kwarcab) 09 Kota Padang disertai pendamping dan panitia pelaksana.

“Selain di Bumi Perkemahan Lemdika Padang Besi, kegiatan kemah akhir tahun juga dilaksanakan di sekolah masing-masing bagi tingkat SD, SMP dan SMA sederajat se-Kota Padang,” katanya, Senin (30/12/2019).

Ia menyebutkan dalam sambutan dan arahannya menyampaikan, memang tidak dipungkiri, sebagian besar orang masih salah dalam menyambut datangnya pergantian tahun baru masehi. Mulai dari adanya melakukan kegiatan huru-hara, main petasan, bahkan acara yang berbau negatif atau maksiat.

“Semua itu adalah keliru dan sangat sesat. Karena kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah ciri perilaku orang kafir yang hanya haus kesenangan dunia tanpa memikirkan kehidupan akhiratnya,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, Wali Kota Padang dua periode itu menjelaskan, Pemerintah Kota Padang akan selalu bertindak tegas dan berupaya menyikapi hal-hal yang akan merugikan masyarakat dan Kota Padang.

“Jadi oleh karena itu, kita harus mengubah ‘mindset’ dalam menyambut tahun baru masehi ini. Tentunya dengan tidak lagi merayakannya  turun ke jalan, bakar petasan, mengadakan panggung gembira atau hal lainnya yang akan merugikan kita sendiri dan orang banyak. Jauh lebih baik dari itu, kita harus mengisinya dengan kegiatan positif,” tuturnya.

Lebih lanjut jelas Mahyeldi lagi, perihal kebijakan Pemko Padang mengisi pergantian tahun baru 2019 ke 2020 dengan menggelar kemah akhir tahun menurutnya, agar para siswa atau generasi muda di Kota Padang tidak lagi berkeliaran pada malam tahun baru.

“Untuk di setiap sekolah, pada malam pergantian tahun seluruh siswa akan berada di sekolah masing-masing atau mabid di bawah pengawasan guru. Dimulai pada 31 Desember yang diisi dengan salat berjamaah, tausiyah, zikir, muhasabah dan kegiatan positif lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Barlius, mengatakan, guna memantau pelaksanaannya di masing-masing sekolah, Pemko Padang menurunkan setiap masing-masing kecamatan sebanyak 10 orang tim monitor yang berasal dari Kepala OPD dengan tergabung dengan tim di kecamatan.

“Untuk itu, kita minta kepada seluruh Kepala OPD berkoordinasi dengan Camat, Lurah dan pelaku Organisasi Sosial Kemasyarakatan agar dapat memonitoring pelaksanaan kemah akhir tahun tersebut.”

Tak hanya ini, Pemko Padang juga mengimbau bagi seluruh warga masyarakat Kota Padang agar dapat memanfaatkan momentum pergantian tahun baru masehi dengan kegiatan positif, dan menghindari kegiatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan istiadat Minangkabau.

Selanjutnya juga kepada para pengurus masjid dan musala se-Kota Padang agar melaksanakan kegiatan yang bermanfaat seperti tausiyah, zikir dan doa bersama.

Dalam melaksanakan kegiatan kemah akhir tahun itu, Dinas Pendidikan Kota Padang juga memberikan dana sebesar Rp250 ribu per sekolah mulai dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, sedangkan untuk sekolah menengah atas bukan kewenangan Kota Padang, melainkan kewenangan Pemprov Sumatera Barat.

Artinya dalam kegiatan ini tidak ada pungutan uang apapun dari pihak sekolah ke para pelajar SD dan SMP tersebut.

“Kegiatan ini diwajibkan kepada seluruh pelajar kita. Jika ada alasan orangtua yang mungkin khawatir terhadapnya dengan kegiatan kemah akhir tahun ini, pihak sekolah bakal mengizinkan bagi orang tua yang ingin mendampingi anaknya di hari kemah hari pergantian tahun itu,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Padang, Tamrizal, mengatakan, kegiatan tersebut juga sebagai ajang untuk seleksi peserta jambore nasional 2020 dan reimuna pada 2021 mendatang.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mengurangi kegiatan-kegiatan negatif yang dilakukan oleh para generasi muda pada saat malam pergantian tahun.

“Kita menyambut baik adanya kemah akhir tahun ini, karena biasanya anak-anak ini malah bergadang sekedar melihat kembang api. Nah sekarang dengan adanya kemah akhir tahun ini, akan banyak manfaat bagi pendidikan di luar jam belajar yang bakal didapatkan oleh para pelajar itu,” sebutnya.

Tamrizal berharap, nantinya para pelajar yang ikut kemah akhir tahun ini tidak hanya sekedar menjadi peserta yang mengikuti kebijakan wajib ikut kemah saja, tapi bagaimana para pelajar menilai kemah akhir tahun adalah bagian dari pendidikan, dan proses pendidikan sosial, karena berbaur bersama pelajar lainnya dari siang hingga malam harinya.

Lihat juga...