Kemenag Akan Eliminasi Radikalisme di Lingkungan PAUD

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Menteri Agama, Fachrul Razi, menyebut pihaknya  akan mengeliminasi radikalisme di lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang diduga terpapar radikalisme sebagaimana disampaikan Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin. Meski begitu, dia menekankan bahwa sejarah Islam tidak dihilangkan dari materi PAUD.

“PAUD ada (terpapar radikalisme), tapi kita coba eliminasi. Kalau bahan ajaran kan sudah kita revisi. Tapi yang sejarah Islam, tidak kita hilangkan,” kata Fachrul di kantor Kementerian Agama M.H Thamri, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019) siang.

Menurutnya untuk mengatasi adanya radikalisme di lingkungan pendidikan PAUD, seharusnya ada bimbingan bagi para pengajarnya. “Ada bimbingan guru PAUD. Saya kira programnya lengkap,” ungkapnya.

Selain itu, pemahaman guru terhadap fikih pun perlu diantisipasi supaya tidak ada ajaran sesat. “Tapi ada tingkatnya yang paling bawah sampai mana dia bicara bisa ngomong. Bukan hanya belajar sejarah saja tapi juga fiqihnya kalau fiqihnya bisa sesat. Tapi level tertentu mungkin boleh. Ada bimbingan,” tuturnya.

Sebelumnya Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menuturkan penanganan radikalisme menjadi arus utama untuk program nasional pemerintah pusat.

Ma’ruf menilai perlu pengajaran pada anak sejak PAUD hingga tingkat SD untuk melawan radikalisme. Pasalnya, di tingkat PAUD hingga SD saat ini muncul gejala radikalisme yang ditunjukan dengan atribut berupa poster tokoh-tokoh radikal yang kerap dipamerkan dalam acara tertentu.

Lihat juga...