Kemenkeu: Ekonomi Indonesia Harus Perhatikan Daya Saing

Editor: Makmun Hidayat

BADUNG — Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, pemerintah berupaya untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas dengan menciptakan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan dunia global.

Dikatakan, sebagai negara dengan ekonomi yang tumbuh stagnan di kisaran 5%, Indonesia masih terus berusaha untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Untuk itu, perlu upaya peningkatan produktivitas dan daya saing yang lebih tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jika kita melihat saat ini ekonomi Indonesia harus memperhatikan daya saing dan produktivitas. Dalam 5 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi kita di sekitar 5%, sementara tahun ini masih diangka 5,0%. Kita harus kerja lebih keras,” ujarnya pada acara Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Bali, Kamis (5/12/2019).

Dia menambahkan, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi penting dilakukan karena Indonesia berada di tengah fase perkembangannya untuk menghindari jebakan pendapatan menengah, serta untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Oleh sebabnya, pihaknya tengah berupaya mencari jalan untuk mendorong, dalam membawa inisiatif ini ke dalam diskusi diacara AIFED ini.

AIFED sendiri menjadi forum tahunan Kementerian Keuangan yang menyatukan para pembuat kebijakan, akademisi, ekonom, dan sektor swasta untuk terlibat dalam diskusi tingkat tinggi tentang isu-isu utama pembangunan ekonomi.

Disebutkan, tujuan utama forum ini adalah untuk mendapatkan wawasan yang akan membantu pemerintah Indonesia merumuskan kebijakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Lewat forum ini, Kemenkeu ingin bertukar pandangan dan gagasan dengan berbagai pihak dalam mengidentifikasi tantangan, dan menyiapkan strategi kebijakan fiskal.

“Nantinya kita akan sharing pengetahuan khususnya bagaimana implementasi ditengah ketatnya persaingan global,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Arif Baharudin menyampaikan, kegiatan AIFED ini sendiri merupakan kegiatan yang sudah ke-9 digelar.

Untuk tahun ini, pihaknya akan menggelar diskusi dengan menghadirkan tiga pemengaruh atau influencer untuk berbagi pengalaman. Untuk tahun ini, tema kegiatan yang diangkat yaitu Thriving Indonesia: Reinforcing Strategies to Boost Productivity and Increase Competitiveness.

“Kita akan memasukkan diskusi ke dalam konteks ekonomi global. Untuk memperkuat kebijakan, dari aspirasi negara maju, kita juga mengundang teman tiga influencer yang akan berbagi pengalaman dan strategi menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Ada tiga fokus, yang pertama adalah capital, human capital serta sharing teknologi,” tandasnya.

Lihat juga...