Kesadaran Berlalu lintas di Sikka Masih Rendah

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Sikka, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan operasi penertiban terhadap pengendara kendaraaan bermotor di jalan raya, sebelum dilaksanakannya operasi Lilin menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2020.

Pelaksaan operasi cipta kondisi ini dilakukan usai operasi Zebra, mengingat masih banyak pengemudi kendaraan bermotor yang belum menaati aturan berlalu lintas, dan sering menyebabkan kecelakaan.

“Kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan kegiatan cipta kondisi sebelum operasi Lilin menjelang natal dan tahun baru,” kata Kasat Lantas Polres Sikka, Polda NTT, AKP Ruliyanto Junaeidi Putera Pahroen, di ruang kerjanya, Jumat (6/12/2019).

Kasat Lantas Polres Sikka, AKP Ruliyanto Junaeidi Putera Pahroen, di ruang kerjanya, Jumat (6/12/2019). -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Rully, sapaannya, dengan operasi ini diharapkan pada saat pelaksanaan operasi lilin tidak ada kejadian-kejadian yang sifatnya menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Khusus untuk kabupaten Sikka, kata dia, tingkat kesadaran berlalu lintas masih minim, terutama kepedulian pengendara kendaraan bermotor terhadap keselamatan mereka sendiri.

“Masyarakat  masih kurang peduli dengan dirinya, artinya belum bisa mengamankan dirinya sendiri seperti menggunakan helm dan berboncengan di sepeda motor lebih dari dua orang,” paparnya.

Hal ini, kata Rully, berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas sehingga Satlantas Polres Sikka gencar melakukan sosialisasi dan penindakan di lapangan.

Kegiatan ini dilakukan untuk menertibkan pelanggar-pelanggar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, banyak pengendara di Sikka yang mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh alkohol, melawan arus dan  sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat dan perlengkapan kendaraan.

Denda maksimal terhadap pengendara yang melanggar diberikan, sehingga ada efek jera terhadap pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.

“Kita harapkan dengan denda maksimal, akan membuat pengendara jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kami juga membagikan helm kepada anak-anak sekolah secara gratis,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sikka, Wilhlemus Sirilus, mengatakan, personelnya juga selalu dilibatkan dalam setiap operasi terhadap kendaraan bermotor yang dilaksanakan Satlantas Polres Sikka.

Menurut Sirilus, adanya operasi penertiban terhadap pengendara diharapkan bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, yang jumlahnya masih tinggi akibat kelalaian pengendara.

“Masih banyak ditemukan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dan surat-surat kendaraan. Masyarakat harus sadar petingnya berlalu lintas, demi keselamatan dirinya sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Lihat juga...