Ketua KY Berharap Enam CHA tak Ditolak DPR

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus, berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak menolak lagi atas enam calon hakim agung (CHA) yang diserahkan beberapa waktu lalu untuk dipilih menjadi Hakim Agung pada Mahkamah Agung periode 2019.

Sebelumnya DPR pernah menolak semua (empat orang) calon yang diserahkan oleh KY untuk dipilih menjadi Hakim Agung.

“Kita sangat berharap enam calon hakim agung yang direkomendasikan kepada DPR bisa terpilih jadi Hakim Agung. Agar pengalaman sebelumnya tidak terulang, dimana semua calon hakim agung yang kita serahkan ditolak oleh DPR,” kata Ketua KY Jaja Ahmad Jayus, saat laporan kinerja Komisi Yudisial tahun 2019 di Gedung KY, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Jaja tetap optimis enam calon hakim agung yang sudah diserahkan ke DPR bisa disetujui untuk menjadi Hakim Agung.

Hal ini didasarkan pada pengembangan dan pembangunan Model dan Standar Kompetensi Hakim Agung sesuai dengan langkah-langkah ilmiah yang memadai. Serangkaian kegiatan dilakukan untuk mendapatkan model dan standar kompetensi.

“Di tahun 2018, KY telah melakukan evaluasi terhadap kamus kompetensi hakim agung yang telah digunakan dalam kurun waktu 2 tahun. Berangkat dari evaluasi tersebut, KY melakukan validasi kamus kompetensi dengan melibatkan hakim agung, sehingga tersusun kamus kompetensi yang lebih operasional, yaitu memadatkan dari 7 kelompok kompetensi menjadi 4 kelompok kompetensi dan dari 28 kompetensi menjadi 12 kompetensi,” jelasnya.

Kamus kompetensi hakim agung ini diharapkan dapat menghasilkan pilihan calon hakim agung terbaik yang sesuai dengan kebutuhan MA dan sistem peradilan Indonesia.

Dimana penentuan kelulusan dilakukan dengan cara mengakumulasi nilai dari materi yang diujikan pada seleksi wawancara, menetapkan batas nilai minimum kelulusan untuk kelulusan wawancara, dan menetapkan calon hakim agung yang lolos wawancara.

Lihat juga...