Komitmen Kanwil DJP Jatim III Melawan Korupsi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III terus berkomitmen untuk berperang melawan korupsi.

Kepala Kanwil DJP Jatim III, Rudy Gunawan Bastari, mengatakan bahwa upaya preventif selalu dilakukan secara terus-menerus untuk menghilangkan korupsi. Setiap pagi selalu diawali dengan berdoa dan mengingatkan kembali kepada rekan-rekan untuk menjaga nama baik kementerian keuangan, termasuk di dalamnya kode etik.

“Bahkan kami punya whistleblower system, jadi artinya secara internal sudah berjalan dengan sendirinya. Kalau dulu banyak laporan terkait dengan penyuapan atau gratifikasi. Tapi sekarang sudah sangat jauh berkurang karena sudah kita eliminir semaksimal mungkin,” terangnya saat membuka acara seminar Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkordia) di Aula Kanwil DJP Jawa Timur III, Rabu (11/12/2019).

Disampaikan Rudy, di Kanwil DJP Jawa Timur III telah mempunyai program Collaborative Compliance. Menurutnya dengan Collaborative Compliance mereka bisa duduk bersama dengan wajib pajak dalam rangka sama-sama mengetahui permasalahan yang ada sekaligus bersama-sama meningkatkan kepatuhan formal maupun kekuatan material.

Pendekatan sosialisasi kepada masyarakat, dilakukan dengan melakukan banyak sosialisasi melalui media, talk show ke kampus-kampus.

Bahkan ada relawan pajak yang dibentuk di masing-masing kampus atau text center dalam rangka mengedukasi kepada wajib pajak untuk menyudahi semua yang terkait dengan korupsi, kolusi, nepotisme. Karena semuanya adalah untuk negara.

“Kami terbuka kepada masyarakat bahwa kalau memang kita ada yang salah, monggo kita bisa dikuliti nggak masalah yang penting ini buat semuanya buat negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji, menyebutkan sebenarnya pekerjaan pajak merupakan tempat yang menggoda untuk melakukan korupsi.

“Tapi Alhamdulillah di Malang ini dari empat kantor perwakilan sudah termasuk wilayah bebas korupsi. Artinya bahwa dari Kementerian Keuangan mulai awal sudah melakukan upaya untuk mencegah tindakan korupsi.  Saya kira perlulah kita ingatkan jangan lupa bahwa korupsi ini harus kita perangi bersama-sama, karena ini adalah momok,” ungkapnya.

Indonesia mestinya punya potensi yang luar biasa, tapi karena korupsi, potensi tersebut tidak menjadi maksimal.

“Ketika nanti di sini kita kuatkan, Insya Allah mudah-mudahan ini juga akan menjadi kekuatan yang baik untuk ke depan,” pungkasnya.

Lihat juga...