Konter ‘E-Money’ di Bakauheni Kewalahan Layani Calon Penumpang

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dua unit konter penjualan uang elektronik dalam bentuk perdana dan isi ulang di Pelabuhan Bakauheni, kewalahan melayani calon penumpang pejalan kaki, Senin (30/12/2019).

Konter yang disediakan oleh Koperasi Samudra Telaga Tirta dan PT Hanmar Multi Talenta itu menyediakan isi ulang (top up) uang elektronik himpunan bank negara (Himbara), di antaranya Brizzi bank BRI, E-Money bank Mandiri, Tapcash bank BNI dan Blink bank BTN.

Terbatasnya konter penjualan yang tidak sebanding dengan jumlah calon penumpang berimbas antrean panjang. Sejumlah calon penumpang pejalan kaki yang belum memiliki uang elektronik, memilih membeli kartu perdana dengan harga Rp25.000 per keping. Menyesuaikan harga tiket, penumpang bisa mengisi saldo sebesar Rp20.000 dengan biaya administrasi Rp1.500.

Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, menyebut telah menambah jumlah konter. Penambahan dilakukan setelah terjadinya antrean pada konter dan lokasi pembelian tiket. Sebab, usai membeli uang elektronik, top up, sejumlah penumpang pejalan kaki masih harus membeli tiket. Sejumlah petugas dikerahkan untuk membantu calon penumpang pejalan kaki sebelum membeli tiket.

Hasan Lessy,General Manager PT ASDP Indonesia cabang Bakauheni,Lampung Selatan, saat mengecek loket penjualan kartu perdana uang elektronik dan isi ulang di pelabuhan Bakauheni, Senin (30/12/2019). -Foto: Henk Widi

“Masih banyak yang bingung dengan sistem pembelian tiket, rata-rata yang kesulitan baru pertama kali naik kapal setelah sistem baru diberlakukan, sehingga tidak mengantisipasi membeli saldo di merchant yang ada, imbasnya antre di loket pelabuhan,” ungkap Hasan Lessy, di depan konter penjualan uang elektronik, Senin (30/12/2019).

Hasan Lessy menyebut, petugas konter penjualan tiket sempat kewalahan karena banyak penumpang belum memiliki saldo. Sosialisasi penerapan tiket elektronik sudah dilakukan sejak 15 Agustus 2018. Namun migrasi sistem tiket manual ke sistem tiket elektronik dengan barcode, akan makin meningkatkan otentifikasi manifest penumpang memakai KTP elektronik.

Selain penambahan loket penjualan uang elektronik, disediakan 10 vending machine. Alat pembelian tiket secara mandiri dengan scan KTP elektronik akan diarahkan oleh petugas. Sempat mengalami antrean, dan tambahan 5 loket disediakan oleh ASDP mengurai kemacetan.

Sejumlah penumpang yang akan naik ke dermaga eksekutif memilih menunggu shuttle bus dan membeli tiket di lantai dua dermaga eksekutif.

“Pejalan kaki yang memilih ke dermaga eksekutif disediakan enam  vending machine,” tegasnya.

Joni, salah satu petugas konter dari PT Hanmar Multi Talenta, mengakui jika petugas sempat kewalahan. Sebab, loket konter tersedia hanya dua lokasi yang ada di pelabuhan. Sebelumnya perusahaan tempat ia bekerja menyediakan konter penjualan di depan tollgate kendaraan. Namun, kini penjualan dilakukan pada tepi jalan lintas Sumatra ,tepat 2 kilometer sebelum masuk ke pelabuhan Bakauheni.

“Rata-rata banyak calon penumpang belum memiliki uang elektronik sehingga harus beli baru dan top up,” beber Joni.

Meski mengantre di konter, vending machine penumpang ke dermaga reguler terlihat ramai lancar. Mengoperasikan 32 kapal roll on roll off (Roro) hingga Senin (30/12) petang, pejalan kaki mulai berangsur terurai.

Kapal dengan jumlah mencapai 105 perjalanan (trip) telah menyeberangkan 8.385 orang pejalan kaki. Ditambah 46.471 orang penumpang di atas kendaraan sebanyak 55.126 orang diseberangkan dari Bakauheni ke Merak.

Pantauan Cendana News, antrean kendaraan terlihat di tollgate pembelian tiket kendaraan. Antrian kendaraan dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang cukup lancar, membuat antrean terjadi akibat pertemuan dengan jalan lintas Sumatra.

Sebanyak 2.224 unit kendaraan roda dua, 6.235 unit kendaraan roda empat, 425 unit bus dan 1.865 truk telah diseberangkan hingga Senin (30/12) petang.

Lihat juga...