Korupsi Dana Desa, Kades dan Kontraktor di Sikka Dipenjara

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere telah melakukan penyidikan dan telah dilimpahkan ke pengadilan Tindak Pidana Kourpsi (Tipikor) Kupang atas kasus korupsi dana desa tahun 2017 yang dilakukan kepala desa Dobo kecamatan Mego.

Kepala desa Dobo atas nama Paulus Beni didakwa melakukan korupsi dana desa senilai Rp266 juta dan tersangka sedang menjalani sidang kedua di pengadilan Tipikor Kupang.

“Tersangka telah menjalani sidang kedua di pengadilan Tipikor Kupang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” kata kepala kejaksaan negeri Maumere, Azman Tanjung, SH, di acara peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia, Senin (9/12/2019).

Kepala kejaksaan Negeri Maumere, Asman Tanjung, SH yang ditemui usai kegiatan peringatan hari anti-korupsi sedunia di Gelora Samador Maumere, Senin (9/12/2019). Foto: Ebed de Rosary

Selain itu kata Azman, Kejari Maumere juga telah melakukan penyelidikan tindak pidana korupsi dana desa pengadaan barang dan jasa untuk 8 desa yang terjadi sejak tahun 2015 sampai 2017.

Kasus ini dilakukan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Sikka senilai Rp250 juta lebih.

“Tersangka sudah dipanggil beberapa kali namun tidak pernah datang sehingga kami akan melakukan upaya pemaksaan agar tersangka bisa hadir mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Kejaksaan negeri Maumere kata Azwan berharap, segala penyelenggaraan kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan, penyerapan anggaran agar lebih hati-hati dan dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kejaksaan akan terus berupaya memberikan kontribusi berupa pencegahan, penindakan, memberi saran dan pendapat untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan pemerintah dan pembangunan.

“Kami berharap agar apa yang kami lakukan dapat membuat penyelenggara kegiatan dan pembangunan di pemerintahan dapat terhindar dari tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Kasi Intel Kejari Maumere, Cornelis Oematan menambahkan, untuk tahun 2019 pihaknya telah melaksanakan tuntutan tindak pidana korupsi pengadaan bola lampu listrik dalam proyek listrik tenaga surya di desa Loke kecamatan Tanawawo tahun anggaran 2016.

Dana tersebut kata Cornelis, dikorupsi oleh kepala desa Benediktus Berno Ngeli sebesar Rp116 juta dimana bola lampu harusnya diberikan kepada masyarakat sesuai spesifikasinya tetapi diganti sehingga terdapat selisih harga sebesar Rp116 juta.

“Selisih harga tersebut dibagi kepala desa dengan pihak kontraktor atas nama Yohanes Bae tenaga teknis. Kepala desa dan kontraktornya pun kasusnya sudah diputuskan pengadilan Tipikor Kupang,” tuturnya.

Benediktus selaku kepala desa, jelas Cornelis, telah divonis penjara 1 tahun 3 bulan potong tahanan dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan.

Uang pengganti juga telah dikembalikan di tingkat penyidikan sebesar Rp116 juta dan pelaku telah dieksekusi bulan Agustus 2019 lalu.

“Yohanes Bae juga telah diputuskan oleh pengadilan Tipikor Kupang dengan hukuman 1 tahun 8 bulan dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan dengan uang pengganti sebesar Rp116 juta yang telah dikembalikan di tingkat penyidikan,” pungkasnya.

Lihat juga...