Kota Bekasi Terus Gencarkan Penanaman Hidroponik

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kota Bekasi, Jawa Barat, terus gencar melakukan sosialisasi penanaman melalui sistem hidroponik di wilayah setempat. Hal tersebut dilakukan baik melalui pelatihan dan sosialisasi dalam berbagai kesempatan.

“Penanaman hidroponik terus dikembangkan, banyak keuntungan salah satunya bisa memproduksi sayuran yang higienis dan sehat untuk kebutuhan lokal di Kota Bekasi,” kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, ketika membuka pelatihan hidroponik di Kelurahan Rawalumbu, Senin  (30/12/2019).

Dengan bercocok tanam sendiri di rumah kemudian memasaknya sendiri, kata Tri, tidak hanya  menghemat waktu dan uang belanja tetapi proses penanaman sayur secara hidroponik sudah menjadi pilihan alternatif masyarakat di perkotaan.

Menurutnya, keuntungan metode penanaman sistem hidroponik tersebut, selain menghemat ruang dan waktu, juga bisa menjadi salah satu bukti kepedulian terhadap lingkungan.

Pada setiap sosialisasi dan pelatihan, diberikan ilmu bagaimana metode dan cara untuk menanam sayuran secara hidroponik memakai barang barang plastik atau daur ulang. Hidroponik yang ditanam dengan sirkulasi air menggunakan paralon ini cukup mudah dan praktis tanpa memerlukan lahan yang luas.

“Saya ingin mengedepankan  sayuran hidroponik di Kota Bekasi ini. Kita harus terus belajar untuk menanam sayuran hidroponik karena kebutuhan sayuran sangat besar dan punya manfaat yang sangat banyak bagi tubuh,” kata Mas Tri, sapaan akrab Wakil Wali Kota Bekasi tersebut.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadiri panen sayur hidroponik di wilayah Kelurahan Jakasampurna, Senin (30/12//2019). -Foto: M. Amin

Dia berharap kegiatan ini bisa menjadikan masyarakat pribadi yang kreatif dan mandiri khususnya para anak muda dan ibu rumah tangga menjadi salah satu jalan keluar untuk menjadikan anak muda dan ibu rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Kota Bekasi.

Lebih lanjut dikatakan ke depan  sayuran hidroponik memiliki keistimewaan untuk sumber vitamin dan anti-oksidan yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh manusia.

Pada sosialisasi dan pelatihan tersebut diberikan ilmu bagamana metode dan cara untuk menanam hidroponik baik menggunakan metode memanfaatkan barang bekas seperti plastik atau daur ulang, sirkulasi air menggunakan paralon ini cukup mudah dan praktis tanpa memerlukan lahan yang luas, atau bisa juga memakai botol aqua bekas.

Melalui metode hidroponik berbagai jenis sayuran dihasilkan mulai dari kangkung, salada, pokcay, terlihat lebih fresh  dibandingkan dengan yang ditanam langsung di tanah, dan sayuran yang cukup untuk di konsumsi.

Sebelumnya Mas Tri juga menghadiri panen sayur di Kelurahan Jakasampurna, sayuran yang dihasilkan sangat bagus lebih fresh dan lebih sehat karena tidak tersentuh unsur tanah. Bahkan warga kelurahan Jakasampurna tersebut semangat untuk menjadi para petani sayuran dengan metode hidroponik.

“Saya berharap warga Kota Bekasi yang lainnya untuk bisa mencontoh dari warga Kelurahan Jakasampurna ini, karna walaupun Kota Bekasi sudah jarang mempunyai lahan pertanian tetapi bisa menghasilkan sayuran yang fresh, higienis dan sehat untuk dikonsumsi” ujar Mas Tri.

Lihat juga...