Libur Natal Pantai Tanjung Tuha Dipadati Pengunjung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Lonjakan pengunjung di pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, Desa Bakauheni, Lampung Selatan, berdampak positif bagi pengelola dan warga sekitar. Objek wisata yang pernah porak-poranda akibat tsunami pada 2018, kini mampu menghidupkan perekonomian warga.

Sahroni, Kepala Desa Bakauheni menyebut, setahun usai tsunami pada 22 Desember 2018 silam, butuh proses pemulihan pada objek wisata bahari itu. Namun sekarang usai dilakukan pembenahan, kunjungan wisatawan kembali meningkat.

Menurut Sahroni, lonjakan pengunjung terjadi sejak libur Natal 2019 pada Minggu (23/12). Libur Natal yang berbarengan dengan masa libur sekolah membuat jumlah pengunjung naik signifikan. Pada hari libur biasa, ia menyebut pengunjung maksimal mencapai 250 orang per hari. Saat libur Natal, kunjungan mencapai 500 orang per hari, bahkan lebih.

Melonjaknya kunjungan wisatawan ke objek wisata bahari Tanjung Tuha Pasir Putih, menurut Sahroni berkat infrastruktur jalan memadai. Akses jalan rabat beton sepanjang dua kilometer tersambung dengan jalan aspal, mempermudah pengunjung ke lokasi. Tahun sebelumnya, pengunjung enggan datang akibat akses jalan rusak, becek saat hujan dan sulit dilintasi motor.

Sahroni, Kepala Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, di pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, Minggu (29/12/2019). -Foto: Henk Widi

“Sejak empat bulan lalu, akses jalan diperbaiki dengan anggaran dari APBD, sehingga mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak positif bagi warga sektir,” ungkap Sahroni, Minggu (29/12/2019).

Menurut Sahroni, pengunjung kerap datang ke objek wisata pantai Tanjung Tuha Pasir Putih dengan sejumlah moda transportasi. Pengguna kendaraan roda dua paling dominan dengan jumlah ratusan unit. Sebaliknya, kendaraan roda empat bisa mencapai puluhan unit. Area parkir yang mulai diperluas menjadikan objek wisata tersebut nyaman dikunjungi.

Ia mengatakan, wisatawan yang berkunjung dengan motor dan mobil, bisa menuju ke pantai Tanjung Tuha Pasir putih hanya 15 menit dari jalan utama. Cukup membayar biaya parkir Rp10.000 bagi kendaraan roda dua dan penumpang, Rp25.000 bagi kendaraan roda empat, pengunjung bisa menikmati suasana liburan di pantai Tanjung Tuha. Sejumlah acara oleh sejumlah komunitas dan keluarga makin meramaikan kunjungan di ujung Sumatra tersebut.

“Peranan media sosial dalam mempromosikan objek wisata bahari pantai Tanjung Tuha terlihat dari antusiasme warga saat libur Nataru,” papar Sahroni.

Ia menambahkan, prediksi lonjakan wisatawan pada akhir tahun telah diantisipasi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Persiapan di antaranya perluasan area parkir, penyiapan petugas penjaga parkir, keamanan di lokasi wisata serta penataan spot-spot untuk dikunjungi.

“Daya tampung objek wisata pantai Tanjung Tuha Pasir Putih bisa mencapai lebih dari 3.000 orang,” jelasnya.

Sementara itu, daya tarik pengunjung ke pantai Tanjung Tuha Pasir Putih menurut Sahroni berkat adanya penataan. Setahun usai tsunami, spot jembatan pelangi warna-warni memadukan konsep eko wisata mangrove, dikembangkan. Sejumlah saung bambu beratapkan daun ilalang yang menjadi tempat berteduh juga diperbanyak. Rumah pohon, gardu pandang yang ada di destinasi itu menjadi spot unik bagi pecinta forografi.

“Pantai berpasir dengan air laut yang landai cocok untuk renang anak-anak, sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan,” bebernya.

Sahroni juga menyebut, dengan meningkatnya kunjungan akan memberi sumber pendapatan bagi warga. Pengelolaan parkir akan menjadi kas Pokdarwis dan masuk ke pendapatan desa. Sebagian uang digunakan untuk pemeliharaan sejumlah sarana yang ada.

Selain itu, sejumlah warga dilibatkan dalam pengelolaan dengan membuat warung untuk penjualan makanan dan minuman ringan bagi pengunjung.

Grace, salah satu pengunjung mengaku menyukai pemandangan alam di pantai Tanjung Tuha Pasir Putih. Saat libur Nataru, ia bisa mengambil objek foto pantai dengan kapal yang labuh sandar (anchor). Sebagai penghobi fotografi, sebagian foto yang dihasilkan diunggah ke media sosial Instagram.

“Objek fotonya pas untuk swafoto atau selfi, apalagi ada treking mangrove dengan jembatan warna-warni,” papar Grace.

Melonjaknya kunjungan juga berdampak positif bagi pelaku usaha. Mugo, pedagang makanan dan minuman ringan menyebut omzet berjualan meningkat saat liburan. Sejak sepekan lalu, omzetnya meningkat dua kali lipat. Sebab, pada kondisi libur akhir pekan biasa omzet hanya mencapai maksimal Rp400ribu.

“Saat libur Natal dan jelang tahun baru, penghasilan bisa mencapai Rp800 ribu bahkan tembus Rp1 juta per hari,” tegas Mugo.

Selain menyediakan makanan dan minuman ringan, sejumlah warga menyediakan penyewaan ban sebagai pelampung. Ruang bilas sekaligus toilet yang disediakan oleh warga, menjadi sumber pendapatan tambahan.

Diprediksi akan meningkat saat libur akhir tahun pada Selasa (31/12) dan tahun baru pada Rabu (1/1/2020), ia telah berbelanja.

Minuman ringan dan makanan ringan disiapkan untuk kebutuhan pengunjung. Warung yang menyediakan tempat duduk dan tempat berteduh, membuat pengunjung bisa membeli makanan dan minumab ringan yang dijual.

Lihat juga...