Libur Nataru, KKP Bakauheni Siagakan Personel dan Peralatan Lengkap

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang wilayah kerja pelabuhan Bakauheni menyiagakan tenaga kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020. Langkah koordinasi juga dilakukan dengan unsur Basarnas Lampung, Puskesmas pertama di Bakauheni dan pihak ASDP dalam penanganan penumpang yang mengalami gangguan kesehatan.

Syaifullail Maslul, Humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung Selatan saat dikonfirmasi terkait angkutan Nataru 2019-2020 di pelabuhan Bakauheni, Jumat (20/12/2019). Foto: Henk Widi

Suwoyo, S. Kep, koordinator posko KKP menyebutkan, empat dokter, delapan perawat, 12 tenaga sanitarian dibantu oleh sejumlah tenaga medis dari Puskesmas Dinas Kesehatan Lamsel disiagakan.

“Persiapan tenaga medis, para medis hingga sejumlah peralatan pendukung telah disiagakan hingga operasi Nataru 2019/2020 berakhir. Karena libur cukup panjang diprediksi pemudik akan melonjak dibandingkan Nataru tahun lalu,” ungkap Suwoyo,S.Kep saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Jumat (20/12/2019)

Sejumlah gangguan kesehatan yang kerap dialami pemudik imbas dari daya tahan tubuh yang menurun. Sebagai antisipasi, calon penumpang diimbau menyiapkan stamina yang prima dengan sarapan sebelum melakukan perjalanan mudik.

Disebutkan juga, prediksi kenaikan pemudik libur Nataru 2019/2020 sekitar 9 persen diantisipasi dengan baik. Pada libur Nataru 2018/2019 KKP mencatat terjadi jumlah pasien kurang lebih 300 pasien. Pasien yang ditangani disebutnya didominasi kelelahan, pingsan, ISPA dan sejumlah penyakit bawaan.

“Sejumlah pasien disebutnya hanya mendapat penanganan sementara dan tidak dirujuk ke Puskesmas dan rumah sakit,” terangnya.

Terkait kesiapan dalam layanan kesehatan libur Nataru, Syaifulalil Maslul, humas PT ASDP Indonesia Ferry menyebutkan, pihaknya menyiagakan ambulans untuk mengantisipasi insiden kecelakaan saat di kapal dan di area pelabuhan.

“Simulasi saat terjadi insiden dan berkaitan dengan pelayanan kesehatan hingga rumah sakit juga telah kami lakukan,” papar Syaifullail Maslul.

Terkait pelayanan kesehatan berkaitan dengan penumpang, ia menyebut semua penumpang ditanggung asuransi. Antisipasi adanya insiden gangguan kesehatan, koordinasi dengan PT Jasa Raharja telah dilakukan untuk pembiayaan pasien yang merupakan penumpang kapal.

Sesuai data posko angkutan Nataru hingga Jumat (20/12) Syaifullail Maslul menyebut sebanyak 30 kapal roll on roll off (Roro) dioperasikan dengan perjalanan (trip) kapal mencapai 51 trip. Produksi angkutan asal Sumatera tercatat 2.579 orang penumpang pejalan kaki, 12.361 orang, 361 unit motor, 1.576 kendaraan pribadi, unit 104 unit bus, dan1.293 unit truk telah diseberangkan dari pelabuhan Bakauheni ke Merak.

Lihat juga...