Lima Potensi Wisata di Kota Bekasi Perlu Pembenahan 

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kota Bekasi, Jawa Barat,  diketahui sangat minim lokasi wisata alam. Bahkan beberapa potensi yang ada belum terkelola secara maksimal dan hanya dikelola warga setempat secara swadaya.

Tedi Hafni, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkot Depok saat ditemui di kantornya, Minggu (8/12/2019). -Foto: M. Amin

Lima lokasi potensi wisata alam yang ada di wilayah tersebut diakui oleh Dinas Pariwisata Kota Bekasi, masih perlu penataan agar lebih layak sehingga bisa menjadi destinasi wisata yang menjanjikan.

“Relatif wisata alam di Bekasi masih kurang dan belum ada yang bagus. Saat ini ada lima potensi yang diupayakan pembenahannya, tentu tidak serta merta, harus melalui proses,” ujar Tedi Hafni, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, kepada Cendana News saat ditemui di kantornya, Minggu (8/12/2019).

Adapun kelima potensi wisata alam di Kota Bekasi tersebut meliputi dua situ, satu hutan bambu, satu curug dan potensi Kalimalang yang tengah dikerjakan.

1. Zona Selebrasi

Zona ini akan menjadi tempat berkumpul menikmati suasana Sungai Kalimalang, di sisi utara, Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Tempat tersebut sedang dalam penataan untuk menjadi tempat wisata bertaraf internasional.

Total seluruh zona akan memiliki luas 19.190 meter persegi yang terbagi menjadi dua sisi. Sisi utara memiliki luas 5.290 meter persegi, sementara sisi selatan akan memiliki luas 13.900 meter persegi.

Peletakan batu pertama Zona Selebrasi oleh Gubernur Jabar, dimulainya pembangunan titik berkumpul di sisi utara Kalimalang, Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. -Foto: CDN/Dok M. Amin

2. Hutan Bambu

Dalam pengembangan lokasi wisata yang menjual keteduhan dan bantaran Sungai Kalimalang tersebut terkendala modal. Hal itu diakui Duddy selalu pengelola kepada Cendana News.

Saat ini hutan bambu sudah memiliki toilet dan tempat ibadah. Di Hutan Bambu selain menikmati keteduhan alam di tengah kota, juga bisa menikmati naik perahu dengan biaya murah selama 15 menit berkeliling mengitari Kalimalang. Hutan Bambu berlokasi di Margahayu, Bekasi Selatan.

Lokasi Wisata alama Hutan Bambu, menjual keteduhan dan perlu sentuhan anggaran agar bisa berkembang dan menjadi wisata favorit di Bekasi. -Foto: CDN/Dok M. Amin

3. Situ Rawa Pulo

Situ ini hanya dimanfaatkan warga untuk mancing, ataupun menjadi spot bersepeda Minggu pagi. Karena luas areal Situ yang mencapai 4,8 hektar terletak di Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Situ Rawa Pulo merupakan kawasan resapan air yang berlokasi di perbatasan antara Bekasi, Depok dan Bogor. Sampai saat ini belum dikelola secara maksimal meskipun keberadaannya berada berdekatan dengan jalan raya.

Situ Rawa Pulo di Jatikarya Kecamatan Jatisampurna belum tersentuh sama sekali dalam pengembangan danau resapan di perbatasan. -Foto: CDN/Dok M. Amin

4. Situ Rawa Gede

Berlokasi di Kelurahan Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu terus melakukan pembenahan melalui swadaya pemuda setempat. Saat ini disamping menghadirkan arena bermain air seperti perahu untuk ke tengah danau, pengunjung juga bisa menikmati beberapa tanaman hidroponik yang berada di sekitar danau.

Situ Rawa Gede, kata Kepala Dinas Pariwisata, tahun 2020 akan dilakukan pembenahan. Sehingga bisa menjadi lebih layak.

Di Situ Rawa Gede terdapat banyak saung, arena bermain air seperti perahu dengan biaya terjangkau jika menikmati panorama alam danau. Foto: CDN/Dok M. Amin

5. Curug Parigi

Berlokasi di perbatasan antara Bekasi dan Bogor, Curug ini dikenal sebagai air terjun miniatur Niagara yang dihasilkan dari patahan bebatuan. Tapi sekarang Curug Parigi tidak bisa dikunjungi karena akses jalur menuju ke lokasi tersebut ditutup oleh pemilik lahan.

Sampai saat ini beberapa kali Pemerintah Kota Bekasi menjanjikan akan koordinasi untuk membuka akses jalan, belum ada kejelasan. Hingga saat ini jalur masih tertutup hanya bisa dilalui pejalan kaki atau menggunakan sepeda.

Curug Parigi, memiliki panorama mirip air Terjun Niagara. Lokasi tersebut jarang dikunjungi selain akses, tidak ada fasilitas lain yang tersedia. -Foto: CDN/Dok M. Amin

“Dari kelima tempat potensi wisata alam yang ada di Kota Bekasi memang belum ada yang bagus. Masih perlu ada perbaikan. Ada beberapa sedang berjalan, dan perencanaan di mana semua masih jauh dari maksimal,” ungkap Teddi Hafni.

Namun demikian pemerintah juga terus mendorong potensi lainnya di Kota Bekasi seperti wisata kuliner. Sehingga ke depan di Bekasi tidak hanya pengembangan wisata alam saja.

Lihat juga...