MA Akan Terbitkan Glosarium Peradilan Indonesia 

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Dalam rangka memenuhi kebutuhan terhadap penerjemahan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan, serta dokumen-dokumen penting yang perlu diketahui oleh masyarakat dunia internasional, Mahkamah Agung berinisiatif untuk menerbitkan glosarium peradilan Indonesia.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA , Abdullah, menjelaskan glosarium yang memuat padanan kata dan istilah peradilan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris ini merupakan kebutuhan yang dirasakan selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, belum ada upaya-upaya konkret untuk merealisasikannya.

“Dalam pertemuan sebelumnya, telah membahas lema-lema yang akan dimasukkan dalam glosarium. Ini merupakan momen yang bersejarah bagi Mahkamah Agung. Glosarium ini nantinya dapat dijadikan sebagai sumbangsih Mahkamah Agung dalam pengembangan ilmu pengetahuan hukum, khususnya pengembangan penerjemahan Bahasa Inggris Hukum,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, di Gedung MA, Jakarta, Jumat (6/12/201).

Untuk pembentukan tim, kata Abdullah, sudah dibentuk satu tahun yang lalu berdasarkan keputusan sekjen, yang terdiri dari pejabat fungsional penerjemah dan hakim-hakim yang dipandang memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

“Mereka terdiri dari jabatan fungsional penerjemah dan hakim-hakim yang dipandang memiliki kemampuan berbahasa Inggris,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Tugas Penerjemahan, Mohammad Noor, menjelaskan bahwa lema-lema yang akan dimasukkan dalam glosarium nantinya meliputi lima hal, yakni hukum acara peradilan, administrasi perkara, administrasi persidangan, nomenklatur lembaga dan jabatan di Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya serta manajemen pengadilan.

“Jumlah lema yang akan mengisi glosarium peradilan nantinya, diharapkan mencapai lebih dari jumlah lema standar untuk bidang tertentu. Biasanya jumlah lema minimum untuk suatu bidang itu mencapai 800-1000 lema,” jelasnya.

Glosarium peradilan ini nantinya akan dikembangkan secara bertahap menjadi kamus kolokasi bidang peradilan. Glosarium ini adalah embrionya. Glosarium akan dikembangkan secara bertahap mulai dari sekadar padanan kata Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris.

“Kemudian akan dilengkapi dengan deskripsi yang menjelaskan arti dari masing-masing lema, berikut contoh penggunaannya dalam kalimat. Dari sini kemudian akan dikembangkan menjadi kamus kolokasi,” sebutnya.

Lihat juga...