Mahasiswa Hong Kong Peroleh Dukungan dari Kelompok Lain

Pengunjuk rasa anti-pemerintah mengangkat tangan mereka saat mereka memperlihatkan bendera Union Jack setelah reli di luar Konsulat Jenderal Inggris di Pacific Place di Hong Kong, China, Jumat (29/11/2019) – Foto Ant

HONG KONG – Para siswa sekolah lanjutan dan pensiunan, bergabung untuk berunjuk rasa di Hong Kong pada Sabtu (30/11/2019). Hal itu menjadi aksi pertama, dari beberapa unjuk rasa yang diadakan pada akhir pekan di seluruh kota itu.

Sementara para pegiat pro-demokrasi, bertekad memerangi apa yang mereka katakan kebengisan polisi dan penangkapan di luar hukum. Seorang pejabat tinggi Hong Kong mengatakan, pemerintah sedang memproses pembentukan sebuah komite independen. Sebuah komite untuk meninjau ulang penanganan krisis yang telah terjadi. Keberadaannya membuat demonstran makin berani melakukan aksi kekerasan, sejak mereka mulai melakukan protes lima bulan lalu.

Hong Kong relatif tenang sejak pemilihan-pemilihan lokal yang dilaksanakan pekan lalu. Pemungutan suara itu membawa kemenangan besar bagi para calon pro-demokrasi. Para pegiat tampak ingin menjaga momentum gerakan mereka. “Saya turut dalam protes damai pada Juni ketika lebih satu juta orang turun ke jalan-jalan tetapi pemerintah tidak mendengarkan tuntutan-tuntutan kami,” kata Ponn, seorang wanita berusia 71 tahun di distrik tengah Hong Kong.

Ponn membawa bangku plastik, untuk ikut protes lintas generasi yang diikuti ratusan orang di Chater Garden. Orang-orang lanjut usia dengan membawa tongkat, berdiri tidak jauh dari pengunjuk rasa belia yang mengenakan pakaian hitam. Semua mendengarkan para pembicara pro-demokrasi dalam pertemuan yang diiringi musik.

“Saya melihat begitu banyak kebengisan polisi, dan penangkapan sewenang-wenang. Ini bukan Hong Kong yang saya tahu. Saya datang ke sini karena saya menginginkan pemerintah tahu bahwa kami tidak gembira dengan apa yang mereka telah lakukan kepada generasi kami,” kata Ponn, yang datang bersama dengan putri dan menantunya.

Para demonstran dibuat marah oleh apa yang mereka lihat sebagai campur tangan Cina, dalam kebebasan-kebebasan yang dijanjikan ketika Inggris mengembalikan Hong Kong kepada Beijing di 1997. (Ant)

Lihat juga...