Malam Pergantian Tahun di Makassar Diprediksi Hujan

Hujan, ilustrasi -Dok: CDN

MAKASSAR – Balai Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi, akan terjadi hujan dengan intensitas sedang pada malam pergantian tahun di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah Kota Makassar.

“Kemungkinan siang hingga malam hari intensitas hujan sedang 20 sampai 50 ml (mililiter). Tetapi potensi terbesar pada sore hingga malam hari di pergantian tahun,” kata Kepala Bidang Data dan Informasi Balai BBMKG Wilayah IV Makassar, Hanafi Hamzah, di Makassar, Senin (30/12/2019).

Hanafi menyampaikan, sementara perkiraan cuaca di 1 Januari 2020 tetap berpeluang terjadi hujan yang cukup besar. Sehingga ia mengimbau, masyarakat untuk menyesuaikan kegiatan akhir tahun dengan kondisi cuaca. “Kita imbau masyarakat memperhatikan kondisi cuaca, apabila terjadi hujan pada pergantian tahun, jangan memaksaan untuk berada di luar rumah sebab pola dinamikanya pada 1 Januari 2020 masih tetap hujan, kemungkinan siang hari,” paparnya.

Hanafi menyebut, meskipun masa transisi musim hujan telah dilalui, namun potensi angin kencang masih bisa saja terjadi. Saat ini kondisi gelombang laut antara 0,5  hingga 1,25 meter, yang statusnya tidak terlalu signifikan. Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Maros, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari. Utamanya untuk wilayah Pantai Barat Sulawesi Selatan. Wilayah itu mencakup Kabupaten Barru, Pangkep, Maros Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponton, sebagian wilayah Bantaeng dan Selayar.

Potensi banjir yang saat ini perlu diwaspadai adalah antara 21 hingga 23 Januari. Hal itu sesuai dengan bencana banjir yang menenggelamkan sebagian besar kabupaten di Sulsel pada 2019 ini. Oleh karena itu, pihak Stasiun Klimatologi Maros, saat ini sedang berkonsentrasi pada kondisi di wilayah Pantai Barat. “Kami konsentrasi di laut barat, intensitas hujan Januari dan Februari mencapai 700 hingga 800 ml, curah hujan ini akumulasinya selama satu bulan, dan ini kami harus waspadai,” jelasnya.

Sementara di Februari, intensitas hujannya akan lebih rendah atau menurun menjadi 600 hingga 700 ml. “Meski demikian, kita harus waspadai angin kencang, karena peluang angin tetap ada,” kata Hanafi.

Sementara untuk daerah Sebelah Utara Sulsel, yang masuk pada zona musim (sepanjang tahun terjadi hujan), akan mengikuti intensitas kejadian hujan di daerah Pantai Barat Sulsel dengan pola non sum. Daerah ini termasuk Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Palopo, Enrekang, Toraja dan Toraja Utara. (Ant)

Lihat juga...