Masuki Usia 61, BATAN Catatkan Sejumlah Pencapaian

Editor: Makmun Hidayat

Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan saat ditemui pada acara HUT BATAN ke-61 di Puspiptek Serpong, Selasa (10/12/2019). -Foto: Ranny Supusepa

SERPONG — Perkembangan dan pemanfaatan iptek nuklir Indonesia sudah berkembang pesat, sejak pertama kali didorong oleh founding father Indonesia, Soekarno. Kini, tercatat Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berhasil memberikan kontribusi pada masyarakat pada bidang kesehatan, industri, pangan dan sumber daya manusia berbasis teknologi. 

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyatakan pencapaian BATAN, terutama selama periode 2015-2019 tidak lepas dari kontribusi semua pihak internal BATAN.

“Pencapaian sudah dilakukan di banyak bidang. Misalnya di bidang pertanian dalam lima tahun ini sudah dihasilkan satu varietas pisang,  lima varietas padi, satu varietas kacang tanah dan dua varietas kedelai,” kata Anhar saat ditemui pada acara HUT BATAN ke-61 di Puspiptek Serpong,  Selasa (10/12/2019).

Pencapaian juga terlihat dengan berdirinya iradiator merah putih, yang sudah memberikan jasa layanan pada lebih 60 perusahaan dengan penerimaan PNBP untuk tahun 2019 hingga hari ini Rp3,5 miliar.

“Kita juga sudah membangun tiga Agro Techno Park di Musi Rawas,  Polewali Mandar dan Klaten yang sudah menghasilkan sembilan pengusaha pemula dan aplikasinya di masyarakat berhasil meningkatkan produksi hingga 29 persen,” paparnya.

Untuk bidang kesehatan, ada lima produk radioisotop radiofarmaka yang bersertifikasi BPOM dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.

“Salah satu contohnya adalah Samarium-153 yang digunakan sebagai pengganti morphin dalam pengobatan paliatif kanker. Sehingga kualitas hidup mereka masih tetap memungkinkan mereka untuk beraktivitas seperti biasa,” ujar Anhar.

BATAN juga menghasilkan SDM nuklir handal dari STTN, dimana sekitar 60 persen lulusannya terserap di seluruh industri nasional.

“Pengakuan akan kinerja BATAN juga diberikan oleh IAEA. Antara lain, memberikan kepercayaan dua Collaborating Center pada Indonesia. Yang menjadikan Indonesia sebagai trainer untuk pelatihan tenaga ahli nuklir dari negara lain. Ini juga termasuk pada tenaga ahli Indonesia yang ditugaskan di luar negeri untuk memberikan pelatihan,” pungkasnya.

Lihat juga...