Masyarakat Miau Baru Harapkan Pembangunan Irigasi

Ilustrasi - Saluran Irigasi sawah -Dok: CDN

SAMARINDA – Masyarakat Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur mengharapkan pemerintah setempat membangunkan bendungan irigasi baru. Sarana tersebut dibutuhkan untuk mendukung program pertanian di wilayah tersebut.

Kepala Desa Miu Baru, Langat Iffung mengatakan, saat ini daerahnya memang sudah memiliki satu bendungan irigasi, yakni Bendung Pesap. Sarana tersebut dibangun 2009, dan beroperasi pada 2010. “Bendungan yang ada memang sangat mendukung Desa Miau Baru menjadi desa lumbung padi di Kabupaten Kutai Timur,” kata Langat Iffung, saat dihubungi dari Samarinda, Rabu (25/12/2019).

Keberadaan Bendung Pesap sangat membantu masyarakat untuk bertani. Sebelumnya, para petani di Miau Baru panen padi hanya setahun sekali. Namun, setelah adanya bendung yang dapat mengairi sawah, panen bisa dilakukan sampai dua kali. “Keberadaan Bendung Daerah Irigasi Pesap dapat mengairi sawah dengan luasan mencapai 315 hektare, dan keberadaannya sangat mendukung dan menjadikan Desa Miau Baru menjadi lumbung di Kutim,” kata Langat Iffung.

Di 2020, masyarakat Miau Baru akan menjadikan Bendung Pesap menjadi obyek wisata, dengan membersihkan gulma yang ada di hulu sungai. Harapannya, bisa dijadikan objek wisata air, temasuk membuat pondok atau gazebo di pinggir bendungan. “Dengan dijadikan obyek wisata, tentu kita harapkan ada masukan kas desa dari distribusi masuk ke obyek wisata,” tandasnya.

Menurut Langat Iffung, usulan pembangunan bendungan baru tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Kutim dengan lokasi di Sungai Mejang. Keberadaan bendungan baru tersebut diharapkan bisa mengairi sawah bukan saja di Desa Miau Baru tetapi juga Desa Pemekaran Miau Baru Utara dan desa sekitarnya.

“Kita sudah mengusulkan ke pemerintah untuk menambah bendungan satu lagi yang lebih besar, dengan harapan keberadaan bendungan tersebut dapat menyuplai air irigasi sampai ke beberapa desa diantaranya Desa Pemekaran Miau Baru Utara, yang merupakan induk dari Desa Miau Baru,” tandas Langat Iffung.

Deputi Direktur Yayasan BIOMA Kaltim, Danang Sutobudi menjelaskan, dulu petani di Desa Miau Baru hanya mampu panen satu tahun sekali mengikuti musim. Akan tetapi, sejak adanya irigasi Bendung Pesap masyarakat dapat terbantu, yang sebelumnya panen sekali setahun, sekarang ini sudah bisa panen dua hingga tiga kali setahun.

“Desa Miau Baru merupakan salah satu desa di Kecamatan Kongbeng yang masih memiliki lahan pertanian padi sawah yang luasannya mencapai 315 hektare. Ke depan luasannya dipastikan akan bertambah, seiring ditetapkan rencana tata ruang wilayah desa yang menetapkan akan dilakukan percetakan sawah seluas 200 sampai 300 hektare,” pungkas Danang Sutobudi. (Ant)

Lihat juga...