Matahari, Primadona Durian Taman Buah Mekarsari

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Saat panen raya durian di Taman Buah Mekarsari, varietas yang paling dicari oleh pengunjung adalah durian Matahari. Bukan hanya karena ukurannya yang lumayan besar tapi juga karena rasanya memang sangat menggoda lidah.

Staf R&D Taman Buah Mekarsari, Dudi Zen, menyebutkan durian matahari ini merupakan durian asli Bogor dan hanya berbuah setahun sekali.

“Penyebaran penanaman Matahari di luar Bogor memang belum kita dapatkan datanya secara lengkap tapi memang mayoritas yang menanam hanya para pecinta duren saja. Untuk di Mekarsari ini, sejak mulai ditanam pada tahun 1994, terbukti sangat adaptif,” kata Dudi saat ditemui di Kebun Durian Taman Buah Mekarsari, Bogor, Minggu (22/12/2019).

Ia menyebutkan, pada tahun 1998, Matahari yang ditanam mulai belajar berbunga dan empat tahun setelahnya baru mulai belajar berbuah. Biasanya, durian secara umum mulai berbunga pada bulan Juli dan Agustus tiap tahunnya.

“Matahari ini sama dengan varietas lainnya, yaitu tidak bisa instan. Jadi memang membutuhkan waktu untuk berbuah. Selain itu, memang dibutuhkan lingkungan yang sesuai dengan varietas tanamannya. Kalau Matahari ini memang termasuk yang cocok dengan lingkungan Mekarsari yang hanya 70 mdpl,” ucapnya.

Dudi menjelaskan, varietas Matahari ini memiliki tampilan buah yang bulat panjang dengan warna kulit yang hijau kecoklatan. Sementara durinya berukuran besar dengan ujung duri agak bengkok, jarang dan runcing.

Daging buah durian Matahari yang tebal dan berserat, Minggu (22/12/2019) – Foto: Ranny Supusepa

“Daging buahnya sendiri berwarna kuning dengan daging buah tebal yang kering dan berserat. Hampir seperti ubi. Rasanya sangat manis, dengan brix mampu mencapai 16-18 derajat,” urainya.

Kepala Kebun Taman Buah Mekarsari, Bambang, menyebutkan, varietas Matahari mampu berbuah hingga 50 buah per pohon selama masa panen. Tapi memang jumlah buah bergantung pada umur dan banyaknya cabang.

“Beratnya rata-rata 2,5 kg tapi ada beberapa yang mampu mencapai hingga 4 kilo lebih. Diameternya sendiri biasanya sekitar 40 cm. Jarang sekali yang di bawah 35 cm. Kalau sudah matang aromanya harum,” kata Bambang.

Untuk memberikan tampilan yang sempurna bagi para pengunjung, Bambang menyebutkan bahwa setiap buah yang menjelang matang, biasanya akan diikat oleh tali rafia.

“Jadi kalau matang dan lepas tangkai dari pohon, itu sudah tergantung di tali. Karena kalau jatuh ke tanah biasanya akan pecah dan tampilannya tidak bagus,” ucapnya.

Bambang menyebutkan bahwa Matahari termasuk varietas yang digemari oleh banyak pengunjung Mekarsari. Hingga tak jarang, banyak pengunjung yang tidak kebagian untuk mencicipi jenis ini.

“Tahun kemarin, ada beberapa pengunjung yang tidak kebagian. Semoga tahun ini, semua pengunjung bisa puas dengan jumlah panen matahari. Karena lebih banyak tahun ini kita panen,” pungkasnya.

Lihat juga...