hut

Mekarsari: Lahan Gambut Butuh Penanganan Khusus

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BOGOR — Lahan gambut yang memiliki kondisi khusus membutuhkan alternatif tanaman yang tidak memiliki daya tahan beban yang tinggi. Kondisi aerasi, drainase, daya menahan beban serta tingkat atau potensi degradasi lahan sangat menentukan tingkat produktivitas tanaman yang dihasilkan.

Manager R&D Taman Buah Mekarsari Dr. Azis Natawijaya, M.Si menyampaikan berat isi (bulk density) atau yang sering disebut sebagai berat volume merupakan sifat fisik tanah yang menunjukkan berat massa padatan dalam suatu volume tertentu.

Daya menahan beban gambut yang tergolong rendah merupakan karakteristik tanah gambut yang sering menjadi faktor penghambat produktivitas tanaman, terutama tanaman tahunan.

“Kondisi tanaman yang tidak tegak atau doyong, yang sering ditemukan di lahan gambut merupakan indikasi rendahnya daya menahan beban. Setelah doyong, tidak sedikit pohon yang roboh dan akarnya tercabut dari dalam tanah,” ujarnya saat ditemui di Bangunan Air Terjun Taman Buah Mekarsari Bogor, Senin (2/12/2019).

Dari sekitar 15 varietas tanaman sawit yang ada di Indonesia, hampir semua memiliki karakteristik perakaran yang dalam dengan batang yang tinggi.

“Semua kondisi ini, jika berada dalam lahan gambut yang berdaya menahan beban yang rendah akan menyebabkan tanaman sawit miring.  Di Mekarsari dilakukan penelitian untuk menciptakan varietas agar tanaman sawit tidak terlalu tinggi,” urai Azis.

Atau sebagai alternatif, bisa juga pada lahan gambut yang memiliki daya penahan beban yang rendah ditanami dengan tanaman dengan sistem perakaran yang dangkal.

“Sebagai alternatif, lahan gambut bisa juga ditanami dengan nanas, melon dan semangka. Selain perakaran dangkal, ketiga tanaman ini memiliki tingkat produktivitas tinggi. Sehingga bisa memberikan kontribusi ekonomi bagi pemilik lahan,” kata Azis seraya menunjukkan beberapa tanaman nanas milik Taman Buah Mekarsari.

Bibit tanaman melon koleksi Taman Buah Mekarsari, sebagai alternatif tanaman untuk lahan gambut, Senin (2/12/2019). Foto Ranny Supusepa

Ia menjelaskan, ketiga tanaman yang disebutkan, selain perakaran dangkal dan produktivitas tinggi, tanaman ini juga memiliki umur panen yang cepat.

“Dengan ketiga alasan tersebut, tanaman ini bisa menjadi alternatif bagi pemilik lahan dan juga bisa menjadi tanaman pengisi lahan gambut yang kosong. Kalau semua lahan produktif, maka kegiatan membakar lahan juga bisa dihindari,” sebut Azis.

Dikatakan juga, tanah dengan nilai berat isi atau bulk density (BD) yang relatif rendah umumnya mempunyai porositas yang tinggi, sehingga potensi menyerap dan menyalurkan air menjadi tinggi.

“Jika nilai BD terlalu rendah, tanah mempunyai daya menahan beban atau bearing capacity yang rendah,” pungkasnya.

Lihat juga...