Mendikbud Hapus UN, Begini Respon Kepsek di Bali

Editor: Makmun Hidayat

DENPASAR — Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk menghapus program Ujian Nasional (UN) direspon beragam oleh para tenaga pendidik, tak terkecuali di Denpasar.

Kepala Sekolah SMA Harapan Mulya Kota Denpasar, Ahmad Sugiharto, mengatakan kebijakan mendikbud baru tersebut memiliki sisi positif dan negatifnya. Dikatakan, kebijakan tersebut dirasa memiliki dampak negatif bagi dunia pendidikan. Dikhawatirkan dapat menurunkan semangat belajar murid didiknya khususnya yang sudah kelas IX.

Kepala Sekolah SMA Harapan Mulya Kota Denpasar Ahmad Sugiharto saat ditemui di kantornya di SMA Harapan Mulya kota Denpasar Kamis, (12/12/2019).-Foto: Sultan Anshori

Menurut Ahmad Sugiharto jika sistem tersebut benar-benar diterapkan maka, anak-anak akan menganggap enteng pelajaran di sekolah karena nilai ujian bukan lagi penentu kelulusan mereka. Padahal, sebenarnya selain UN, mereka harus kembali untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian atau seleksi masuk di perguruan tinggi yang tentunya diperlukan kesiapan secara akademik.

“Biasanya murid kelas akhir tersebut selain harus UN, kan harus mempersiapkan diri untuk mengikuti tes masuk di perguruan tinggi. Apabila semangat belajarnya  rendah, secara otomatis persiapan mereka juga rendah, berarti daya saingnya juga rendah. Dan Ini yang kami khawatirkan,” ujarnya saat ditemui di kantornya di SMA Harapan Mulya Denpasar, Kamis (13/12/2019).

Disampaikan sisi positif dari kebijakan mendikbud baru tersebut, menandakan bahwa pihak sekolah diberikan keleluasaan untuk mendidik anak muridnya untuk semakin lebih baik sesuai dengan sistem yang ada di internal sekolah. Pihak guru juga lebih bisa mengekspresikan dan mengeksplorasi pelajaran yang diberikan kepada siswa.

Ahmad Sugiharto menyebut, pihaknya sudah memiliki rencana di internal sekolah bagaimana cara untuk tetap menjaga ritme semangat belajar murid-muridnya tetap terjaga. Salah satunya dengan cara memberikan kelas khusus untuk memperdalam mata pelajaran sains guna menghadapi ujian masuk perguruan tinggi yang mereka inginkan.

“Biasanya kita berikan atau lakukan kelas khusus di hari Sabtu. Meskipun sekolah ini merupakan sekolah swasta, namun kami juga menerapkan full day school yang efektif dari hari Senin-Jumat begitu kira-kira rencana kami kedepan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, tak hanya menjadi kewajiban pihak sekolah, dengan sistem baru ini juga bisa diartikan sebagai kesempatan bagi pihak orangtua. Misalnya, orangtua di rumah diharapkan bisa menjadi bagian penting untuk turut serta mendidik anaknya secara lebih baik.

“Jadi pada intinya kami mendukung program baru ini. Meski harus pinter-pinternya kami menjaga ritme pendidikan anak-anak untuk tetap memiliki semangat belajar yang tinggi,” tandasnya.

Lihat juga...