Menguntungan, DCML Argomulyo Pilih Sistem Kincir Budidaya Ikan Nila

Editor: Makmun Hidayat

Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Gatot Nugroho selaku pelaksana program Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo. -Foto: Dok. CDN/Jatmika H. Kusmargana

YOGYAKARTA — Budidaya ikan nila dengan sistem kincir dipilih Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo untuk mengembangkan potensi bidang perikanan di Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo, karena sejumlah keuntungan yang dimiliki.  

Sistem yang telah banyak diterapkan dalam berbagai jenis budidaya perikanan ini dinilai memiliki sejumlah kelebihan salah satunya adalah mempersingkat waktu masa panen.

Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Gatot Nugroho, mengatakan prinsip kerja sistem kincir pada budidaya ikan nila adalah memanfaatkan kincir bertenaga listrik untuk memutar air kolam. Adanya kincir ini memungkinkan sirkulasi air kolam selalu terjaga, sehingga kandungan oksigen terlarut pada air selalu dalam kondisi baik.

“Nila merupakan jenis ikan yang hanya bisa tumbuh maksimal pada kolam yang mengalir. Sehingga budidaya pada kolam yang tidak mengalir, seperti kolam semen atau terpal dibutuhkan sistem kincir. Dengan sistem ini, waktu masa panen bisa lebih singkat. Hanya butuh sekitar 3 bulan saja,” ujarnya kepada Cendana News, Kamis (12/12/2019).

Dengan sistem kincir ini, Gatot menyebut hasil panen ikan nila juga akan memiliki kualitas lebih baik dibandingkan budidaya pada umumnya. Dimana ikan akan tumbuh lebih sehat sehingga dagingnya pun juga akan memiliki rasa lebih enak dibandingkan ikan yang dibudidayakan di kolam tanpa kincir.

“Selain pertumbuhan lebih cepat, daging ikan juga lebih keset. Sehingga banyak yang bilang ikan hasil budidaya dengan menggunakan sistem kincir rasanya lebih enak dibandingkan ikan nila hasil budidaya seperti misalnya di tambak atau waduk,” ungkapnya.

Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo sendiri, saat ini, dikatakan, Gatot telah memiliki SDM yang mampu membuat teknologi kincir untuk budidaya ikan nila. Adanya tenaga SDM pembuatan teknologi kincir itu diharapkan akan mampu menekan biaya produksi yang dibutuhkan untuk mengembangkan sektor perikanan di Desa Argomulyo.

“Kebetulan di Argomulyo ini sudah ada yang bisa membuat teknologi kincir ini. Sehingga biaya untuk membeli kincir bisa ditekan. Hanya sekitar Rp3,5 juta per unit. Jika rusak pun, bisa diperbaiki dengan mengganti sparepart sehingga tidak harus membeli kincir baru,” ungkapnya.

Sebagai upaya memfasilitasi para petani ikan memanfaatkan teknologi kincir tersebut, pihak Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo sendiri berencana memanfaatkan program bantuan pinjaman modal usaha ‘Modal Kita’ dari Yayasan Damandiri. Sehingga para petani ikan tidak akan terbebani dengan biaya produksi kincir tersebut.

Lihat juga...