Menuju Pusat Sains Dunia, TMII Sajikan Peragaan Teknologi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berkomitmen membudayakan sains dengan menampilkan alat peraga berbasis teknologi.

Direktur Utama PP IPTEK, Syahrial Annas, mengatakan, dalam rangka membudayakan sains berbasis teknologi kepada masyarakat, pihaknya bersinergi dengan kementerian, perguruan tinggi, dan lembaga lainnya.

Sinergi ini dilakukan menurutnya, untuk menuju PP-IPTEK menjadi pusat sains dunia. Dengan terus berupaya mentransformasikan wahana dan alat peraga konvensional ke digital.

“Transformasi ini kita lakukan seiring dengan perkembangan teknologi. Kita ingin jadi pusat komunikasi antara penemu sains dengan masyarakat, maka hadir wahana Inovasi Indonesia,” kata Syahrial kepada Cendana News, Senin (30/12/2019).

Di wahana ini memamerkan berbagai sains karya anak bangsa. Diantaranya, PT Pindad dengan senjata panser dan tank, PT Dahana menampilkan bom tipe higth drags general purpose untuk pesawat tempur sukhoi. Juga roket yang dibuat oleh konsorsium nasional dengan pendorong propelan komposit, dan nuklir serta masih banyak lagi.

Roket yang dibuat oleh konsorsium nasional dengan pendorong propelan komposit. Roket ini dipamerkan di Wahana Inovasi Indonesia di area gedung PP-IPTEK TMII, Jakarta, Senin (30/12/2019). Foto: Sri Sugiarti

Sehingga jelas dia, dengan adanya wahana yang berada di lantai tiga gedung PP-IPTEK ini, pengunjung dapat mengetahui fenomena sains dan menjadi tertarik. Seperti, gaya dan aliran listrik, parabolik, roket dan bom yang dapat dilihat langsung di wahana ini.

Pengunjung khususnya anak-anak yang tadinya hanya penghayal seperti apa ada fenomena sains, setelah melihat langsung, Syahrial berharap mereka ke depan bisa menjadi sainstis handal yang bisa membuat bom, nuklir, pesawat, senjata dan lainnya.

“Karena yang kita tanamkan budaya Iptek, bukan hanya menghayal tapi juga belajar, menyaksikan langsung dan menyentuh alat peraga itu. Diharapkan mereka terinspirasi mencintai iptek, lebih kreatif dan jadi saintis,” ujarnya.

Wahana berbasis teknologi lainnya adalah Digital World. Di wahana ini jelas dia, pengunjung dapat menyaksikan ragam perkembangan dunia digital termasuk permainan dengan kamera.
Seperti permainan ‘Augmented Reality’.

Direktur PP-IPTEK, Syahrial Annas sedang bermain dengan binatang kutub di wahana Digital World di area gedung PP-IPTEK TMII, Jakarta, Senin (30/12/2019). Foto: Sri Sugiarti

“Di wahana ini, anak-anak dapat duduk atau berdiri dengan tubuh digerakkan. Nanti binatang-binatang kutup, seperti ikan hiu dan beruang menghampiri mereka mengajak bercanda atau menyerang. Tapi ini fenomena hanya dapat dilihat melalui lensa kamera saja,” tandasnya.

Dalam rangka mempopulerkan atau membudayakan sains kepada masyarakat, PP-IPTEK berjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga untuk mengadakan lokakarya dan lomba. Juga berbagai kegiatan interaktif seperti demonstrasi roket, sanggar kerja IPTEK, dan peneropongan matahari.

Karena menurutnya, untuk menuju Scince Center kelas dunia 2025, maka wahana-wahana dan alat peraga yang ada di PP-IPTEK, juga harus disejajarkan dengan negara lain. Seperti Singapura, Malaysia, Australia dan Thailad.

“Menuju pusat sains kelas dunia itu, dinilai dari wahana, alat peraga, jumlah pengunjung. Juga jalinan kerjasama internasional dan revitalisasi gedung PP-IPTEK, jadi penilaian juga,” ujarnya.

Terkait revitalisasi PP-IPTEK, menurutnya, memang harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan mengingat usianya hampir 33 tahun. Sehingga perlu ada warna lain yang dapat menarik pengunjung datang.

Sistem interloking len yang dipamerkan di wahana inovasi Indonesia di gedung PP-IPTEK TMII, Jakarta, Senin (30/12/2019). Foto: Sri Sugiarti

“Jadi sudah saatnya infrastuktur dibenahi, didesain lebih menarik. Nanti di luar ada pesawat atau roket yang digantung. Jadi sudah bercerita, orang datang tidak kalah dengan masuk ke mall,” ungkapnya.

Terkait pengunjung tercatat setiap harinya sekitar 4000 orang. Saat libur sekolah disajikan ragam kegiatan seperti lomba lukis dan mewarnai, serta lainnya. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan jumlah pengunjung.

“Pengunjung kita mendekati 16 ribu per tahun. PP-IPTEK ini tiga besar teramai di TMII, yang mengedukasi dan pembudayaan sains,” tutupnya.

Lihat juga...