Meski Sudah 15 Tahun, Pemerintah Aceh Masih Membantu Korban Tsunami

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Kamis (26/12/2019) - Foto Ant

JAKARTA – Pemerintah Aceh, masih terus membantu para korban gempa bumi dan tsunami yang terjadi 15 tahun lalu, tepatnya bencana yang terjadi pada 26 Desember 2004. Bantuan utamanya diberikan kepada anak-anak dan ibu asuh.

“Memang 15 tahun berlalu, namun pemerintah terus menyalurkan bantuan kepada para korban tsunami tersebut,” kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Untuk bantuan anak-anak korban tsunami, pemerintah memiliki program Aceh Hebat. Program tersebut memberikan bantuan pendidikan gratis mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) serta sekolah menengah atas (SMA). Bahkan, untuk anak-anak berprestasi di bidangnya, diberikan bantuan dana setiap bulan oleh pemerintah setempat. Selain itu, terdapat bantuan anak yatim, yang memang disalurkan oleh pemerintah daerah setiap bulan, hingga saat ini.

Program itu dijalankan secara kolaborasi dengan organisasi sosial nirlaba nonpemerintah, SOS Children’s Villages. “Ada lebih dari 200 anak-anak korban tsunami Aceh yang dibina oleh SOS sejak 15 tahun lalu,” ujarnya.

Bantuan untuk anak-anak korban tsunami Aceh diberikan untuk mereka yang masih berada di bangku pendidikan. Namun, tidak lagi difasilitasi bagi mereka yang saat ini sudah dewasa ataupun bekerja. Selain bantuan terhadap anak, pemerintah setempat bersama SOS, juga terus memberikan bantuan bagi para ibu asuh korban tsunami 15 tahun silam.

Bantuan untuk ibu-ibu asuh tersebut setidaknya berupa sembilan bahan pokok atau sembako, yang diberikan setiap bulan. “Yang notabene memang menjaga anak-anak korban tsunami, tentunya dibantu,” tandasnya.

Secara umum, Almuniza Kamal menyebut, Aceh terus melaksanakan kegiatan peringatan tsunami setiap tahun. Untuk tahun ini, Aceh mengangkat tema, Melawan Lupa Membangun Siaga.

Direktur Nasional SOS Children’s Villages, Gregor Hadi Nitihardjo mengatakan, pihaknya terus menyemangati anak-anak yang kehilangan keluarga melalui pengasuhan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Hal itu dilakukan hingga mereka bisa mandiri. Saat ini lembaga sosial itu fokus pada pengasuhan anak-anak yang kehilangan orang tua, sehingga diberikan semacam perlindungan dan pengasuhan melalui orang tua asuh. (Ant)

Lihat juga...