Musim Penghujan Mulai Dimanfaatkan Petani Jagung di Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG—Sejumlah petani jagung mulai memanfaatkan musim penghujan yang turun di wilayah Lampung Selatan (Lamsel).

Angga, petani jagung di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang menyebut meski hujan turun dengan intensitas ringan, lahan pertanian mulai basah. Selama kemarau pembersihan lahan dilakukan dengan membakar lahan.

Persiapan lahan untuk menanam jagung menurut Angga tidak membutuhkan pengolahan lahan. Sebab lahan yang digunakan merupakan bekas penanaman jagung musim sebelumnya. Pemberian pupuk kandang dan dolomit yang ditaburkan pada lahan menjadikan lahan yang mulai kering kembali subur. Hujan yang mulai turun membuat ia segera menanam jagung akibat lahan mulai ditumbuhi rumput.

Proses penanaman jagung menggunakan alat corn seeder dilakukan oleh Angga warga Desa Legundi Kecamatan Ketapang Lampung Selatan memasuki musim penghujan mempermudah proses penanaman pada lahan, Senin (16/12/2019). -Foto: Henk Widi

Angga menyebut penanaman jagung varietas hibrida memakai alat penanam jagung atau corn seeder. Penggunaan alat tersebut untuk mempercepat proses penanaman pada lahan luas sekaligus efesiensi tenaga kerja. Alat yang memiliki tempat penampung benih dan alat pelubang akan memudahkan penaburan benih jagung.

“Hujan mulai turun sejak satu bulan terakhir namun intensitasnya masih rendah diselingi panas,petani mulai berani berspekulasi menanam jagung dengan harapan hujan akan stabil memasuki awal tahun mendatang,” ungkap Angga saat ditemui Cendana News, Senin (16/12/2019).

Pemanfaatan musim hujan disebut Angga bagi sebagian lahan sudah memperlihatkan hasil. Sebab sebagian petani sudah menanam sejak awal Desember silam dengan tanaman yang mulai tumbuh subur. Sejumlah petani yang memiliki jagung usia dua pekan bahkan mulai memasuki masa pemupukan tahap pertama. Hujan yang turun dengan intensitas sedang mulai membantu proses pertumbuhan jagung.

Lihat juga...