Nelayan-Pedagang Siapkan Stok Ikan Sambut Nataru

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020, permintaan ikan laut di sejumlah pedagang di pesisir timur Lampung Selatan (Lamsel), meningkat.

Samsul, pedagang ikan keliling atau pelele di Desa/Kecamatan Ketapang, menyebut ikan laut kerap dipakai untuk kebutuhan kuliner sejumlah warung makan dan rumah tangga. Sementara hasil tangkapan ikan dari nelayan bagan congkel dan nelayan sondong saat ini didominasi oleh ikan sembilang,ikan selar, ikan tengkurungan dan simba.

Berbagai jenis ikan laut tersebut, sebagian disimpan dalam lemari pendingin (cold storage). Penyimpanan ikan laut tersebut dilakukan saat hasil tangkapan nelayan, meningkat.

Samsul, pedagang ikan keliling asal Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, menyiapkan ikan laut yang akan dijualnya, Sabtu (14/12/2019). -Foto: Henk Widi

Menurutnya, penyimpanan ikan dalam cold storage dilakukan, sebab pada saat bulan purnama atau bulan terang hasil tangkapan ikan berkurang. Memasuki pertengahan Desember, ia bahkan menyebut tidak ada nelayan yang berangkat melaut akibat bulan purnama. Sementara sejak sepekan terakhi,r permintaan ikan meningkat rata-rata 50 hingga 100 kilogram per hari.

“Saat mendekati Nataru seperti tren tahun sebelumnya, permintaan ikan laut meningkat sehingga pedagang kerap menyiapkan stok untuk dijual pada akhir Desember,” ungkap Samsul, yang ditemui di sela menjual ikan laut keliling di Ketapang, Sabtu (14/12/2019).

Meski mengalami peningkatan permintaan, ia menyebut harga ikan tidak mengalami kenaikan. Sejumlah ikan laut memiliki harga yang stabil pada angka Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram sesuai jenisnya. Jenis ikan laut yang disimpan dominan merupakan ikan berkulit tebal untuk dibakar.

Suryana, pedagang ikan lain di Dusun Muara Bakau, Desa/Kecamatan Bakauheni, mengaku menyiapkan stok sebanyak 1 ton untuk Nataru. Sebagai pengepul, ia memiliki sekitar lima cold storage yang akan digunakan untuk menyimpan ikan laut bagi kebutuhan Nataru. Stok ikan yang bisa disimpan selama maksimal tiga bulan akan tetap terjaga kesegarannya, karena menggunakan daya listrik.

“Penggunaan cold storage untuk pengawetan ikan laut menjadi cara yang aman, agar bisa bertahan lama namun kualitas ikan tetap bagus,” beber Suryana.

Suryana menyebut, ikan laut yang disiapkan untuk tahun baru dominan jenis ikan simba, tengkurungan dan tongkol. Jenis ikan tengkurungan rata-rata dijual Rp25.000 per kilogram, ikan simba Rp45.000 per kilogram dan ikan tongkol Rp30.000 per kilogram. Ikan dengan ukuran berbeda tersebut menurutnya kerap menjadi menu untuk bancakan dengan cara dibakar.

Sejumlah ikan laut yang distok pada cold storage, menurut Suryana diperoleh dari wilayah lain. Jenis ikan tengkurungan banyak diperoleh dari wilayah Pandeglang. Pasokan ikan dari wilayah perairan timur Lampung, cukup minim. Sebab, kondisi cuaca dan bulan purnama membuat tangkapan ikan sulit diperiksa.

Lihat juga...