Nenek Iin Beri Tips Hadapi Ular Berbisa

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Pecinta ular yang mempunyai ratusan seribu lebih koleksi ular, Iin Ayu (55), memberikan tips supaya terhindar dari gigitan atau serangan ular. Menurutnya, jika menjumpai ular di dalam rumah, hal pertama yang harus dihindari adalah jangan membuat kaget ular.

Warga Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, ini menjelaskan, ular akan langsung menyerang sumber yang membuatnya terkejut, sehingga disarankan untuk tidak panik dan tidak membuat kegaduhan.

“Jika ditemukan ada ular masuk dalam rumah, jangan panik, tetap tenang dan ambil alat yang bisa digunakan untuk menghalau ular, seperti sapu. Halau perlahan dan ular akan mengikuti arah halauan tersebut,” kata Iin, Selasa (17/12/2019).

Ibu tiga anak ini menuturkan, ia terpanggil untuk melakukan edukasi seputar ular, setelah melihat banyaknya korban yang digigit ular berbisa.

Iin berpendapat, berdasarkan pengalamannya puluhan tahun bergaul dengan ular, binatang reptil ini akan cenderung lebih agresif, jika dalam situasi yang gaduh.

Iin mengakui, jika banyak jenis ular berbahaya, namun di satu sisi ia juga tidak ingin banyak ular yang dibunuh, sehingga salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat luas.

Ia mengajak masyarakat untuk mengenali ular, mulai dari jenis-jenis ular hingga pengelompokan ular yang berbahaya dan yang tidak berbahaya.

“Saya juga pernah digigit ular, berkali-kali malah, biasanya saya obati dengan ramuan daun-daunan. Tetapi setelah sering bergaul dan bercengkerama dengan ular-ular peliharaan, sekarang saya tidak pernah digigit lagi. Artinya, ular juga mempunyai naluri, jika ia merasa nyaman dan disayang, maka ia tidak akan menyerang,” tuturnya.

Sementara itu, anggota komunitas Banyumas Wong Reptil atau Bawor, Ratno, menambahkan, hal sering ia sosialisasikan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah adalah langkah pertama saat menemukan ada korban digigit ular, maka bagian yang luka gigitan diupayakan supaya tidak digerakkan. Karena gerakan pada bagian gigitan, akan mempercepat aliran bisa ular menyebar dalam darah.

“Ini merupakan penanganan dasar yang harus dilakukan, amankan bagian luka gigitan dan jangan sampai digerakkan, setelah itu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Ratno mengaku sepakat dengan Iin Ayu, bahwa ular juga mempunyai naluri yang kuat sebagaimana hewan lain. Sehingga dalam menghadapinya juga tidak perlu berlebihan, jika menjumpai ular yang tidak berbahaya, lebih baik dihalau saja, namun jika dalam kondisi mendesak menemukan ular berbisa dan sulit untuk menghindar, maka disarankan untuk memukulnya demi melindungi diri.

Lihat juga...