NTB Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mencanangkan Gerakan "Save Teluk Bima" 2019 – Foto Ant

BIMA – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencanangkan Gerakan Save Teluk Bima. Sebuah gerakan yang salah satu kegiatannya adalah menanam pohon mangrove (bakau).

Gerakan tersebut dimaksudkan untuk ikut melestarikan dan menyelamatkan Teluk Bima bagi generasi masa depan. Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang akrab disapa Umi Rohmi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan.

“Betapa banyak potensi yang bisa kita angkat. Tapi jangan salah, kalau kita tidak barengi dengan rasa syukur, dengan cara memeliharanya, maka dia akan sirna,” katanya, usai pencanangan yang dihadiri Wali Kota Bima, H. M. Lutfi, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi dan sejumlah kepala OPD provinsi dan Kota Bima, Minggu (8/12/2019).

Teluk yang indah disebut Umi Romi akan hilang keindahannya, apabila tidak dipelihara dan dilestarikan dengan baik. Begitu juga dengan laut, akan hilang keindahannya apabila telah rusak. Maka, memelihara lingkungan tidak hanya menjadi kewajiban. Namun, menjadi kebutuhan bagi seluruh umat manusia. “Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang,” tandasnya.

Terkait dengan lingkungan, pemerintah provinsi menaruh perhatian serius. Termasuk Pemerintah Kota Bima, yang telah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga lingkungan. “Save Teluk Bima ini membuka wacana, membuka kesempatan semua pihak untuk berkontribusi, berkolaborasi, melakukan penyelamatan di teluk itu,” katanya.

Teluk Bima merupakan sebuah teluk yang membentang mulai dari Lewa Mori, Kalaki, Oi Ni’u, Panda, Lawata, Ama Hami hingga Kolo dan sebagian Kecamatan Soromandi dan Bolo, Kabupaten Bima.Teluk ini dimanfaatkan untuk budi daya rumput laut, wisata bahari, olahraga dayung, olahraga mancing, olahraga jetski, wisata pantai, dan berbagai jenis kegiatan lainnya.

Di tengah-tengah teluk, terdapat sebuah pulau kecil yang disebut Nisa To’i atau juga dikenal dengan nama Pulau Kambing. Konon menurut cerita pada zaman dahulu, pulau kecil ini adalah tempat pelepasan kambing raja atau Sultan Bima sehingga dinamakan Pulau Kambing.

Wali Kota Bima, H. M. Lutfi mengemukakan, Teluk Bima memiliki keindahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Di samping airnya yang tenang, Teluk Bima juga didukung oleh infrastruktur jalan yang rata. Sehingga, Teluk Bima menjadi daya tarik para pecinta sepeda untuk menyelenggarakan ajang triathlon di kota tepian air itu. Ia berharap, semua pihak terus bersinergi untuk menjaga lingkungan, menyelamatkan generasi serta menyukseskan pembangunan. “Karena, potensi inti yang dikembangkan oleh pemerintah Kota Bima adalah pariwisata,” kata M Lutfi. (Ant)

Lihat juga...