OJK Inisiasi Sapi Padang Mangateh Sebagai Bahan Rendang

Editor: Koko Triarko

PADANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatra Barat, menginisiasi agar sapi di Padang Mangateh, Kabupaten Limapuluh Kota, dapat dijadikan sebagai bahan untuk membuat rendang, sebagai kebutuhan bagi calon jemaah haji 2020.

Kepala OJK Provinsi Sumatra Barat, Darwisman, mengatakan, Padang Mangateh merupakan kawasan peternakan sapi yang terbesar di Sumatra Barat. Dengan potensi itu, sekiranya bisa dikelola dengan cara menjadikan sapi di sana untuk dijadikan bahan rendang, dan rendang itu diperuntukkan bagi calon jemaah haji asal Sumatra Barat.

“Rendang adalah makanan terlezat di dunia. Selain soal rasa, rendang juga sudah teruji ketahanannya dan tidak mudah basi. Hal seperti itu cocok untuk konsumsi calon jemaah haji saat berada di Makkah. Saat ini, rencana kita untuk calon jemaah haji asal Sumatra Barat, saja,” katanya, di acara Launching Aksi Pangan Sumatra Barat, di Lapangan Imam Bonjol Padang, Selasa (17/12/2019).

Untuk itu, pada acara tersebut OJK bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah menandatangani kerja sama terkait memproduksi rendang untuk konsumsi calon jemaah haji tersebut. Produksi rendang akan dimulai tahun depan, dengan target sudah siap produk jelang keberangkatan calon jemaah haji.

Darwisman memperkirakan, dari jumlah sapi yang ada di Padang Mangateh, akan dapat memenuhi konsumsi bagi calon jemaah haji 2020 asal Sumatra Barat. Namun ke depan atau hingga lima tahun mendatang, OJK menargetkan rendang yang diproduksi dari Padang Mangateh bisa untuk konsumsi calon jemaah haji secara nasional.

“Sekarang kita utamakan bagi calon jemaah haji lokal atau dari Sumatra Barat dulu. Ke depan, lima tahun mendatang kita upaya produk rendangnya bisa untuk memenuhi dalam skala nasional. Sehingga enaknya rendang bisa menyemangati kepada masyarakat saat melakukan ibadah haji,” sebutnya.

Dengan telah adanya kerja sama antara OJK melalui Aksi Pangan dengan Pemkab Limapuluh Kota, selanjutnya OJK akan mendorong kepada lembaga perbankan untuk memberikan kemudahan permodalan bagi peternak sapi di Padang Mangateh.

Diharapkan kepada pihak perbankan, membantu peternak dalam hal permodalan. Dengan demikian, sapi-sapi yang ada di Padang Mangateh terus ada, sehingga stok nantinya dalam memproduksi rendang bisa terpenuhi.

“Kita dari OJK berperan menginisiasi, mendorong, dan membantu dari peternak ke pihak perbankan. Sehingga ada jalan yang lebih mudah untuk mendukung Padang Mangateh Payakumbuh,” tegasnya.

Darwisman menjelaskan, alasan yang membuatnya berpikir untuk mengelola sapi di peternakan Padang Mangateh, karena di daerah itu juga merupakan daerah yang menghasilkan cita rasa rendang yang lezat. Ditambah adanya ketersediaan stok sapi yang melimpah, sehingga potensi itu perlu digarap.

“Saya lihat padang rumputnya bagus, udara segar. Tentunya ternak yang ada di hamparan yang begitu luas, sapi-sapinya juga sehat. Kalau sapinya sehat, maka akan sangat baik dikonsumsi banyak orang, seperti halnya rendang untuk calon jemaah haji,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, inisiasi yang dilakukan oleh OJK merupakan hal yang tentunya bakal memberikan dampak yang positif bagi perekonomian daerah. Mulai dari para peternak sapi, telah memiliki pangsa pasar yang jelas, yakni untuk diproduksi menjadi rendang.

Selain itu, dengan hadirnya produksi rendang untuk calon jemaah haji, akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Sedangkan dengan rendang menjadi konsumsi di Makkah, secara tidak langsung telah mempromosikan rendang ke Makkah.

“Saya berharap dengan adanya kerja sama hari ini antara kedua pihak, juga didukung oleh masyarakat, terutama masyarakat yang ada di Padang Mangateh. Karena upaya ini, bakal berdampak besar terhadap perekonomian,” pungkasnya.

Lihat juga...