Operasi Kepatuhan ini Amankan Ratusan Burung Tanpa Dokumen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Ratusan ekor burung kicau berbagai jenis diamankan dalam Operasi Kepatuhan yang digelar oleh Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandar Lampung,Wilayah Kerja Bakauheni.

Operasi Kepatuhan melibatkan unsur Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, TNI dilakukan dengan memeriksa semua kendaraan asal pulau Sumatera tujuan Jawa melalui pelabuhan Bakauheni.

FX Martyn, Polisi Khusus Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni di sela-sela pemeriksaan operasi kepatuhan, Senin (9/12/2019) malam – Foto: Henk Widi

FX. Martyn, polisi khusus (Polsus) BKP Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni menyebut operasi kepatuhan juga digelar oleh Karantina Kelas II Cilegon, Banten. Pada operasi tersebut petugas berhasil mengamankan sebanyak 8 keranjang plastik dan 4 kardus pada bus Tri Dara Trans.

Keranjang berisi ratusan burung kicau tersebut ditemukan pada kabin bus berpenumpang puluhan orang.

Bus Tri Dara Trans bernomor polisi BE 2803 CU yang dikemudikan oleh Sudar tersebut rencananya akan membawa paket burung asal Sidomulyo tujuan Bekasi.

Atas hasil temuan tersebut ditemukan keranjang berisi burung yang dikirim tidak disertai dokumen karantina, tidak dilaporkan ke karantina. Petugas karantina selanjutnya menyerahkan ratusan burung ke KSKP Bakauheni.

“Setelah dilakukan pemeriksaan pengemudi berikut burung yang dikir tanpa dokumen kami serahkan ke KSKP Bakauheni untuk dilakukan berita acara pemeriksaan,” ungkap FX Martyn saat ditemui di sela-sela operasi kepatuhan, Senin (9/12/2019) malam.

Sebanyak 8 keranjang plastik dan 4 kardus berisi ratusan burung kicau diamankan petugas Balai Karantina Pertanian Wilker Bakauheni, Senin (9/12/2019) malam – Foto: Henk Widi

Pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan sebagai pintu perlalulintasan dilakukan secara rutin. FX Martyn menyebut operasi kepatuhan dilakukan dalam upaya peningkatan pengawasan lalu lintas media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan Organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) asal pulau Sumatera ke pulau Jawa.

Pelaksanaan operasi kepatuhan disebut FX Martyn mengacu pada UU Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantuna Ikan, Hewan dan Tumbuhan. Pelaksanaan operasi kepatuhan dilakukan untuk menghindari penularan atau penyebaran penyakit diantaranya flu burung (avian influenza) serta penyakit yang diakibatkan hewan. Selain itu melindungi satwa asal Sumatera diselundupkan ke pulau Jawa.

Beberapa hari sebelumnya KSKP Bakauheni dan Karantina Pertanian mengamankan ribuan ekor burung. Selain pengiriman satwa jenis burung operasi kepatuhan juga menyasar pengiriman daging babi hutan atau celeng tanpa dokumen.

Pengiriman daging celeng tanpa dokumen menjadi perhatian karena kerap diselundupkan dengan modus ditutupi dengan komoditas pertanian lain.

Imbas bus Tri Dara Trans pembawa ratusan ekor burung kicau tanpa dokumen, kendaraan belum bisa melanjutkan perjalanan.

Hasan, salah satu penumpang asal Bandar Lampung tujuan Bekasi menyebut sangat terganggu karena aroma burung yang dibawa membuat sesak napas. Meski mengeluh ia tidak bisa komplain karena keranjang berisi burung diletakkan di depan toilet bus.

“Sudah lebih dari satu jam saya menunggu akibat bus membawa burung harus menunggu untuk menyeberang menggunakan kapal,” ungkap Hasan.

Menurut Hasan keranjang berisi burung tersebut dinaikkan ke atas bus saat berada di Kecamatan Sidomulyo.

Ia dan puluhan penumpang tujuan Jakarta, Bekasi menyebut beruntung ratusan burung tersebut diamankan petugas. Sebab setelah dikeluarkan dari bus ia dan penumpang lain tidak khawatir mengalami sesak napas selama perjalanan.

Lihat juga...