Panen 24 Varietas Durian Mekarsari, Datang Lebih Awal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Panen raya durian di Taman Buah Mekarsari dipercepat. Karena buah durian jatohan awal ternyata berjumlah lebih banyak dari yang diperkirakan.

Marketing Communication Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan, menyebutkan, awalnya tur panen durian ini dijadwalkan pada tanggal 21 Desember 2019, dimana para pengunjung dapat menikmati buah durian jatohan di kebun durian.

“Durian jatohan ini maksudnya bukan jatuh ke tanah. Tapi menggantung. Karena buah durian ini sudah lebih dulu diikat, jadi saat tua maksimal dan ditiup angin, tidak akan jatuh ke tanah,” kata Firman di Kebun Durian Taman Buah Mekarsari, Bogor, Senin (9/12/2019).

Firman menyebutkan bahwa panen awal ini sudah diprediksi akan terjadi. Hanya memang tidak memperkirakan bahwa jumlah buahnya akan banyak.

“Banyak faktor yang menyebabkan panen durian lebih awal dan lebih banyak. Yang pasti saat kita pantau ternyata banyak buah yang sudah bisa dipanen. Akhirnya kita agendakan untuk memajukan panen durian ke awal Desember. Sayang, kalau tidak kita maksimalkan hasil duriannya,” ucapnya.

Ia menyebutkan bahwa tahun ini, 24 varietas milik Taman Buah Mekarsari panen secara serentak.

“Memang jumlahnya tidak sama semua tapi semua varietas panen tahun ini. Dan kita perkirakan akan sampai minggu kedua dan ketiga bulan Januari,” ujar Firman.

Dengan kondisi panen durian tahun ini, Firman percaya bisa mencapai total panen sekitar 10 ton dengan ekspektasi pengunjung sekitar 100 ribu untuk 15 hari.

Staf R&D Taman Buah Mekarsari, Dudi Zen, menyebutkan bahwa keberhasilan panen durian tahun ini karena bulan kering mencapai 2-3 bulan.

“Total batang pohon durian itu ada 600 pohon, dengan varietas Matahari adalah yang terbanyak, yaitu 134 pohon. Kita perkirakan, Matahari dan Laymas akan memenuhi 60-70 persen dari total panen raya,” urai Dudi.

Tumpukan durian Laymas di Kebon Durian Taman Buah Mekarsari, Senin (9/12/2019) – Foto: Ranny Supusepa

Dudi menyatakan akan melakukan survei untuk mengetahui varietas mana yang paling disukai oleh pengunjung.

“Sejauh ini memang matahari yang diminati. Tapi kan kesukaan orang beda-beda. Yang tidak maniak durian bisa memilih Laymas. Karena teksturnya seperti ubi. Sementara penyuka durian akan cenderung ke Matahari,” paparnya.

Dengan panen raya semua varietas, Dudi yakin para pengunjung akan semakin banyak mengetahui tentang durian lokal Indonesia.

“Program tur ini bukan hanya memberikan kesempatan penyuka durian untuk menikmati durian berkualitas. Tapi juga sebagai ajang edukasi, bahwa varietas durian lokal itu banyak dan memiliki rasa yang tidak kalah dibandingkan durian non lokal,” pungkasnya.

Lihat juga...