Parade Lagu Daerah Ajang Pelestarian Budaya dan Tradisi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus berupaya melestarikan budaya dan tradisi, salah satunya lagu-lagu daerah dari seluruh provinsi di Indonesia yang dikemas dalam Parade Lagu Daerah.

Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo, mengatakan, TMII sebagai wahana pelestarian seni budaya bangsa terus berupaya menampilkan gelar budaya daerah yang memberikan edukasi kecintaan masyarakat Indonesia kepada budaya daerahnya.

Salah satunya adalah Parade Lagu Daerah yang rutin digelar TMII setiap tahunnya. Dan, pada 2019  ini sudah memasuki ke-36 dalam penyelenggaraannya.

“Parade Lagu Daerah ini sudah berjalan 36 tahun. Ini ajang pelestarian budaya tradisi, dan diharapkan bisa terus digelar serta diikuti semua provinsi,” kata Tanri, kepada Cendana

News, di sela acara Parade Lagu Daerah ke-36 di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Kepala Bagian Diklat dan Pembinaan Potensi Bidang Program Budaya TMII, Endang Sari Dewi, saat ditemui di sela acara Parade Lagu Daerah ke-36 di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (7/12/2019). -Foto: Sri Sugiarti

Parade tahun ini diikuti 15 provinsi, di antaranya, Jambi, Jawa Barat, Riau, Aceh, Banten, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

“Tahun ini yang tampil 15 provinsi, ya rencananya memang 19 peserta. Tapi di akhir pendaftaran, ada beberapa daerah yang mundur, karena berbagai alasan yang kita harus pahami,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam ajang ini ke depan manajemen TMII  akan mengavaluasi apa saja yang perlu ditingkatkan. “Yang pertama adalah ragam jenis kreasi lagu daerah,” ujarnya.

Kepala Bagian Diklat dan Pembinaan Potensi Bidang Program Budaya TMII, Endang Sari Dewi, menambahkan, penyelenggaraan Parade Lagu Daerah tahun ini memberikan tema, yaitu dengan pengangkat lagu daerah yang belum pernah diciptakan dan dibawakan dalam pagelaran.

“Penciptaan lagu yang baru diiringi  alat musik tradisi daerah dan dikolaborasikan dengan irama keroncong. Ini agar dalam sajian atau nuansanya memang agak berbeda dari tahun sebelumnya,” kata Endang.

Ada pun kriteria penilaian, terkait penciptaan lagu, komposisi nada, lirik, syair yang menarik, dan ilustrasi musik dengan tatanan kreativitas.

Dalam kompetisi ini, akan diambil lima unggulan pencipta lagu, lalu diambil yang terbaik. Juga lima penata musik unggulan, dengan pilihan satu yang terunggul.

Kemudian lima penata musik terbaik dengan memilih satu terbaiknya, dan lima unggulan penyanyi, yang dipilih satu.

Selain itu, dipilih juga sepuluh penyaji unggulan. Dari seluruh komponen kejuaraan tersebut dengan nilai terbanyak akan ditentukan sebagai juara umum Parade Lagu Daerah ke-36 TMII.

Para juara, selain mendapatkan piala dan piagam penghargaan dari TMII, juga mendapatkan uang pembinaan dari Direktur Utama TMII.

“Juara umum kompetisi ini berhak meraih piala bergilir Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, piala dan penghargaan serta uang pembinaan Direktur Utama TMII,” pungkas Endang.

Lihat juga...