Paramiliter Cina Gelar Latihan Anti-Teror di Pegunungan Xinjiang

Seorang petugas polisi paramiliter berdiri di depan potret mendiang Mao Zedong sambil mengenakan masker saat kabut asap polusi menyelimuti Tiananmen Square, Beijing, China (20/12/2016) – Foto Ant

BEIJING – Pasukan paramiliter Cina, mengelar latihan anti-teror di ketinggian pegunungan Pamir di kawasan Xinjiang. Area latihan merupakan kawasan yang dijaga ketat, di Cina barat.

Latihan tersebut disiarkan stasiun TV pemerintah, Kamis (12/12/2019). Latihan tersebut dilakukan di ketinggian 4.000 meter, dan berlangsung selama tujuh hari tujuh malam. Pasukan melakukan pendakian gunung, menyeberangi sungai es dan menggunakan drone untuk menargetkan penjahat dengan senjata curian.

Video di stasiun TV Pemerintah tersebut memperlihatkan, pasukan mengepung sebuah gubuk tempat tersangka bersembunyi. Kemudian mulai memberondong peluru ketika tersangka berlari keluar. Latihan tersebut bertujuan agar memungkinkan pasukan dapat melewati kondisi rumit, liar dan asing.

Cina, menyalahkan gerilyawan atas kerusuhan di Xinjiang dan melancarkan kampanye anti-teror di kawasan tersebut selama beberapa tahun terakhir. Kelompok HAM dan orang-orang terasingkan menyebut,  kemarahan atas kontrol yang ketat terhadap agama dan budaya Muslim Uighur di Xinjiang lebih merupakan penyebab kerusuhan.

PBB dan kelompok HAM memperkirakan, antara 1 juta hingga 2 juta orang, mayoritas etnis Muslim Uighur, ditahan di sejumlah kamp di bawah kampanye anti-teror. Cina kerap membantah adanya penganiayaan terhadap Muslim Uighur, dan mengklaim kamp tersebut memberikan pelatihan kejuruan. Pihaknya menggambarkan para tahanan sebagai siswa. Pemerintah Cina mengatakan, tak ada serangan teror dalam tiga tahun terakhir dengan adanya langkah ketat tersebut. (Ant)

Lihat juga...