PAUD Inklusi di Maumere Tampung Anak Berkebutuhan Khusus

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Anak-anak berkebutuhan khusus di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan sebuah sekolah Taman Kanak-Kanak atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bisa menampung dan mendidik anak-anak tersebut.

Dwi Angelina Ester Santoso, kepala sekolah PAUD Profisio Mof di Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ditemui di sekolahnya, Kamis (5/12/2019). -Foto: Ebed de Rosary

Selain itu, banyak anak-anak usia PAUD yang berada di lingkungan Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok, Maumere yang membutuhkan sebuah sekolah yang bisa memberikan pendidikan terbaik.

“Melihat kondisi ini, kami dari yayasan Profisio Mof merasa terpanggil untuk mendirikan sebuah sekolah PAUD untuk anak berkebutuhan khusus dan bagi anak-anak di lingkungan sekitar yayasan kami berada,” kata Dwi Angelina Ester Santoso, Kepala Sekolah PAUD Profisio Mof,Kamis (5/12/2019).

Ester sapaannya mengatakan,dengan keterbatasan pihaknya pun mulai mendirikan PAUD Profisio Mof bulan September 2019 untuk memenuhi kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.

Yayasan pun, kata dia, mengaku kaget dengan begitu antusiasnya masyarakat untuk mendaftarkan anak-anak mereka untuk bersekolah di sekolah ini secara gratis tanpa memberikan bayaran.

“Untuk operasional sekolah ini diambil dari gaji saya dan suami yang bekerja sebagai dosen.Anak-anak murid juga tidak membayar iuran termasuk pakaian seragam juga didapat secara gratis,” ungkapnya.

Hingga awal Desmber 2019 tambah Ester, jumlah murid sudah sebanyak 21 orang dimana 4 anak berkebutuhan khusus dan 5 anak lainnya harus menjalani rehabilitasi karena ketergantungan pada gadget seperti telepon genggam.

Untuk anak autis sementara belum bisa diterima bersekolah disini sebutnya karena anak-anak ini harus memiliki kelas sendiri dan setiap anak harus dididik satu orang guru.

“Kami hanya menerima anak-anak yang berkebutuhan khusus dan ringan dengan range intelegensi-nya 70-80. Makanya dinamakan PAUD inklusi atau gabungan antara anak berkebutuhan khusus dan anak normal,” ungkapnya.

Sekolah ini pun memiliki 4 orang guru dimana 2 guru beragama Katolik dan 2 lainnya beragama Islam yang mana 2 guru berasal dari anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah ini.

Pendirian PAUD , ujar Ester, juga karena dorongan dari anak-anak muda di komplek tempat tinggal mereka karena banyak anak-anak muda yang masih menganggur dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Kami masih memiliki 2 ruangan namun satu ruang kelas masih dibangun dan belum diatap. Kami kesulitan biaya sehingga masih membutuhkan uluran tangan donatur untuk membantu pembangunan ruang kelas lainnya,” tuturnya.

Ester berharap ada donatur yang tergerak hatinya untuk membantu pembangunan ruang kelas mengingat banyak anak yang ingin bersekolah di tempat mereka setelah orang tua mereka melihat perkembangan anak-anak yang sudah bersekolah di PAUD Profisio Mof.

PAUD inklusi pertama di Maumere ini juga menerima anak-anak yang terlambat belajar, anak berkebutuhan khusus yang memiliki kategori masih mampu dididik dan belajar bersama anak-anak normal lainnya.

“Ada orang tua yang tidak mau anaknya masuk Sekolah Luar Biasa (SLB).Kita juga merehabilitasi anak yang maniak gadget atau telepon genggam sebanyak 5 orang yang saat msuk sekolah pertama kesulitan karena lebih suka sendiri dan bermain dengan telepon genggam,” jelasnya.

Setelah anak-anak ini dididik jelas Ester, akhirnya mereka mengalami perubahan perilaku.Malah ada anak yang suka makan tanah tapi sekarang sudah baik tapi emosinya yang masih meledak-ledak.

Laurensius Ritan, salah seorang orang tua murid, mengaku bersyukur menyekolahkan anaknya di PAUD Profisio Mof karena anaknya yang selalu memiliki ketergantungan pada telepon genggam lama kelamaan mengalami perubahan perilaku.

Laurens pun senang karena pola penanganannya terhadap anak-anak sangat bagus sehingga banyak perubahan yang dialami anak-anak dan tentunya akan memberikan dampak positif.

“Kita berharap ada lembaga dan donatur yang mau membantu sekolah ini agar bisa menambah ruang kelas lagi agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus dididik di sekolah ini,” pungkasnya.

Lihat juga...