Pemerintah Bentuk Tim Khusus Tangani Penyelundupan Mobil Mewah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pada 2019, Indonesia mencatatkan rekor kasus penyelundupan mobil mewah terbesar dalam sejarah. Berdasarkan data temuan Dirjen Bea Cukai, ada 57 kasus penyelundupan dengan total 84 mobil mewah yang diamankan petugas.

Angka itu jauh di atas jumlah kasus penyelundupan di 2018, yaitu 5 kasus dengan total 7 mobil mewah yang diamankan. Jika diestimasikan, nilai mobil yang diselundupkan dari 2018-2019 yang berjumlah 91, maka angkanya mencapai Rp315 miliar.

Fakta ini menjadi perhatian serius. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Polri, Kejaksaan dan TNI, akan membentuk tim khusus untuk menangani dan mengantisipasi terjadinya kasus yang sama.

“Kami berterima kasih pihak penegak hukum hadir di sini bersama kami, untuk melihat langsung kasus ini. Tentu saja kalau kita bicara soal penyelundupan barang-barang mewah, maka ini sangat mengusik rasa keadilan semua masyarakat Indonesia. Sekali lagi, ini bukan hanya soal aspek kerugian uang negara, tapi juga soal keadilan,” jelas Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pada sesi konferensi pers, terkait penyelundupan mobil dan motor mewah di Terminal Petikemas, Jakarta Utara, Selasa (17/12/2019).

Sementara itu, di tempat dan waktu yang bersamaan, Jaksa Agung, Sanitiar (ST) Burhanuddin, menyampaikan bahwa saat ini sudah tujuh kasus yang ditangani Kejaksaan dari kasus penyelundupan ini.

“Empat masih dalam penelitian, yang dua sudah mendapatkan keputusan pidana, sementara yang satu sudah P21 dan akan segera dilimpahkan ke pengadilan,” ujar Jaksa Agung.

Ada pun pasal yang dilanggar adalah pasar 103 huruf A UU Nomor 17 Tahun 2006, tentang Kepabeanan, tentang Perubahan UU Nomor 10 Tahun 1995 juncto ayat 55 puls 1 jungto pasal 66 ayat 1 KUHP.

“Jumlah tersangka saat ini adalah 4 orang, dengan inisial DH, SS, AA dan LHW,” tandas Jaksa Agung.

Kapolri Idham Azis yang juga turut hadir pada konfrensi ini, mengatakan pihaknya akan memberikan dukungan serta tim terbaik untuk mengawal bagi Bea Cukai dalam menjalankan fungsinya.

“Saya sudah lapor dengan Jaksa Agung, kita akan bentuk tim hukum terpadu untuk mengkoordinasikan, sehingga kita berharap ketika di sidang pengadilan nanti, pelaku bisa dihukum seberat-beratnya, agar menjadi efek jera buat pelaku dan yang lainnya,” tegas Kapolri.

Selain mobil mewah, kasus penyelundupan motor mewah juga terjadi, dan angkanya sangat tinggi. Dari hasil penemuan, ada 22 kasus penyelundupan dengan total motor sebanyak 2.693 unit. Estimasi nilai motor mencapai Rp13,7 miliar.

Lihat juga...