Pemerintah Kota Padang Berkomitmen Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Sumatera Barat, berkomitmen untuk memenuhi hak penyandang disabilitas yang ada di daerah tersebut.

Salah satu hal yang dilakukan yakni mempersiapkan fasilitas dan infrastruktur umum dengan kondisi yang layak digunakan untuk penyandang disabilitas.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, persoalan terkait dengan hak asasi para penyandang disabilitas. Sementara permasalahan yang acap kali dihadapi para penyandang disabilitas sangat luas mencakup berbagai aspek.

Mulai dari soal identitas, relasi sosial, aksesibilitas, aspek politik berupa pemenuhan hak dan partisipasi politik. Begitu juga terhadap aspek kebudayaan, serta aspek ekonomi yang meliputi ketenagakerjaan sampai pemberdayaan.

Ia menyebutkan tanpa disadari hampir di semua bidang kehidupan, penyandang disabilitas masih saja terdiskriminasi, bahkan ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa urusan penyandang disabilitas adalah merupakan urusan Dinas Sosial atau Kementerian Sosial semata. Sehingga setiap ada persoalan atau masalah akan direkomendasikan kepada mereka.

“Padahal seperti warga negara yang lain, ada banyak tuntutan kebutuhan dari penyandang disabilitas seperti urusan pendidikan, kesehatan ataupun fasilitas umum,” katanya, Rabu (4/12/2019).

Kepala Daerah Penerima Anugerah Penghargaan Sahabat Ramah Anak 2019 ini menegaskan bahwa Pemko Padang berkomitmen untuk menggeser paradigma berpikir sebagian orang tersebut.

Menurutnya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas sudah menjadi isu global saat ini. Dimana penyandang disabilitas bukanlah merupakan bagian dari permasalahan dalam masyarakat, tapi mereka adalah merupakan bagian dari keragaman masyarakat dengan kemampuan yang berbeda.

“Saya melihat cukup banyak warga Padang penyandang disabilitas mengukir prestasi yang luar biasa. Tidak hanya di Padang di luar sana, banyak prestasi yang mereka capai baik di bidang olahraga, pendidikan dan sebagainya. Hal ini bisa kita lihat pada tayangan televisi yang menampilkan atlet penyandang disabilitas berprestasi di bidang olahraga dan pendidikan,” ucapnya.

Dikatakannya, salah satu bentuk kepedulian yang telah dilakukan oleh Pemko Padang ialah saat ini ada PNS penyandang disabilitas yakni Antoni Syahputra yang sudah menyelesaikan pendidikan doktor (S3) dengan pembiayaan bea siswa dari LPDP Pemerintah Indonesia dengan predikat lulus cumlaude.

Untuk itu, Mahyeldi menegaskan, Pemko Padang sangat komit dan peduli dengan para penyandang disabilitas dan mempunyai komitmen untuk mendorong pemenuhan dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas.

Komitmen Pemko Padang tersebut secara bertahap telah dimulai dengan mengupayakan berbagai program kegiatan.

“Kita telah menerbitkan Peraturan Daerah No.3 Tahun 2015 tentang Pemenuhan dan Perlindungan Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Dimana dalam hal ini Kota Padang adalah kota yang pertama di Sumatera Barat,” ucapnya.

Pemko Padang dalam penerbitan Perda tersebut akan ada penghormatan atas harkat dan martabat manusia, serta akan tercapai kesamaan kedudukan, hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Selain itu hal yang dilakukan Pemko Padang adalah menetapkan kawasan Permindo sebagai kawasan ramah disabilitas melalui Keputusan Walikota Padang No. 508 Tahun 2015 dan melengkapi kawasan tersebut dengan sarana dan prasarana yang mempunyai aksesibilitas terhadap penyandang disabilitas.

Selanjutya Pemko Padang juga telah mengakomodir sejumlah penyandang disabilitas menjadi PNS dan menempatkannya di berbagai OPD di lingkungan Pemko Padang, serta memberikan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan penyandang disabilitas seperti menjahit, membuat alas kasur dan membuat bordir.

Hal lainnya yakni mengirim penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan keterampilan ke luar Sumbar antara lain ke Balai Latihan Bina Daksa di Medan, Palembang, Cibinong dan Bogor.

Serta juga ada pemberian bantuan dana jaminan sosial bagi penyandang cacat berat serta bantuan kursi roda, kaki palsu dan bantuan perbaikan gizi bagi penyandang disabilitas.

“Kita menyadari langkah yang kita lakukan terkait perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas memang belum maksimal, karena hal tersebut membutuhkan waktu, semuanya terus berproses,” kata Wali Kota Padang dua periode ini.

Mahyeldi menyampaikan kepada kepala panti disabilitas se-Sumatera Barat dan kepala sekolah serta guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah inklusif di Kota Padang,  apresiasi dan terima kasih atas ketulusan dan keikhlasannya membina serta mendidik anak-anak penyandang disabilitas.

Lihat juga...