Pemkot Bekasi Diharap Buat Terobosan Fasilitasi UMKM

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Penggiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Lodi Santono, mendorong Pemerintah Kota Bekasi bisa membuat terobosan mumpuni dalam rangka memfasilitasi pelaku usaha kecil di wilayah setempat.

“Saya melihat Kota Bekasi memiliki pelaku UMKM terbesar dibanding wilayah lainnya di Indonesia. Seolah semua warganya menjadi pelaku UMKM akhirnya yang beli tidak ada,”ujar Lodi yang banyak bergerak memfasilitas pengembangan UMKM kepada Cendana News ditemui di Bekasi, Selasa (10/12/2019).

Lodi Santono, Penggiat UMKM, saat ditemui Cendana News di Bekasi, Selasa (10/12/2019). -Foto: M. Amin

Lodi, mencontohkan seperti di wilayah Jepara, Jawa Tengah. Hampir Semua warganya dulu bekerja ukir atau membatik. Akhir tidak ada yang menjual ke sesama orang Jepara, sehingga ada inisiatif pasar ukir Jepara harus keluar daerah dan ekspor ke luar negeri.

Hal tersebut jelasnya harus ditiru oleh Kota Bekasi dengan memanfaatkan tekhnologi dan lainnya. Dia beralasan dari beberapa pelaku UMKM yang difasilitasinya kebingungan soal pasar .

“Saya lihat di Bekasi terbanyak pelaku UMKM dibidang makanan dan minuman. Harusnya ini bisa dipasarkan ke luar, seperti Jakarta,” tandasnya.

Menurutnya, di Jakarta perlu banyak kue. Tetapi di Jakarta ada pasar khusus kue yang dibuka malam sampai pagi . Dan semua masyarakat Jakarta tahu ada pasar kue di wilayah Senen Jakarta Pusat.

Harusnya Kota Bekasi bisa meniru hal tersebut atau setidaknya semua produk makanan dan minuman di Bekasi bisa masuk ke pasar kue Senen. Potensi kue cukup banyak disamping orang hajatan, ada kematian pun perlu kue banyak.

“Mereka yang tengah berduka tentunya tidak memikirkan membuat kue. Pasti beli, begitu pun untuk acara di hotel dan lainnya semua perlu kue dan lainnya,” ujar dia.

Untuk itu dia mendorong agar tidak agar ada upaya nyata agar pelaku UMKM di Bekasi lebih giat lagi memajukan UMKM. Karena dari sisi pelaku UMKM di Kota Bekasi motivasinya susah cukup banyak.

“Nah sekarang pelaku UMKM di Bekasi salah satu terbesar. Harusnya ini menjadi pekerjaan baru bagi stakeholder, dalam mencari peluang pemasarannya,” tuturnya.

Diketahui secara keseluruhan pelaku UMKM produk dan jasa tahun 2018 lalu, mencapai 206.941. Jumlah ini, berpotensi akan terus meningkat setiap tahunnya.

“Data pelaku UMKM masih sama dengan tahun lalu belum ada perubahan signifikan. Pelaku UMKM terbanyak memang dari makan dan minuman,”ujar Herawan Kasi pembiayaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi, dikonfrimasi terpisah di kantornya.

Dia mengaku banyak program yang sudah dilaksanakan dalam memajukan UMKM di Kota Bekasi dengan menggandeng berbagai pihak di bidang online dan lainnya. Namun demikian dia menegaskan bahwa semua tentu berproses.

Lihat juga...