Pemprov DKI Dukung Penerapan ETLE di Wilayah Jakarta

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan PT Transjakarta memasang Electronic Traffic Law Enforement (ETLE) atau tilang elektronik di wilayah Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Pemprov DKI mendukung penerapan ETLE, program yang berbasis elektronik dengan menggunakan kamera, digunakan oleh Polda Metro Jaya untuk memantau kondisi di Jakarta.

“Kami di Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh semua inovasi. Jadi kita bersyukur. Inovasi-inovasi ini kita ingin dorong terus. Dan kami di Pemprov DKI Jakarta menyadari persis bahwa ini adalah kerja bersama. Ini bukan semata-mata kerja di lingkungan Polda, kerja di lingkungan Pemprov, tapi ini adalah kerja bersama,” kata Gubernur DKI ,Anies Baswedan, di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019) siang.

Anies menggarisbawahi penduduk di Jakarta saat ini hanya 23 persen yang menggunakan kendaraan umum, dan sisanya kurang lebih 77 persen menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.

Sehingga berdampak pada kemacetan lalu lintas di Jakarta. Karena itu, kebijakan Pemprov DKI Jakarta bertujuan untuk memindahkan penggunaan kendaraan pribadi menuju kendaraan umum.

“Memindahkan kendaraan pribadi ke kendaraan umum mengharuskan kenyamanan di kendaraan umum. Karena bila kendaraan umum tidak nyaman, maka publik tidak akan mau berpindah,” ujarnya.

Menurutnya, hanya kendaraan umum saja yang bisa melintas dengan leluasa. Dia mencontohkan, saat mengendarai kendaraan pribadi terjebak macet. Hanya Transjakarta yang bisa bergerak dan lancar. Lalu untuk kecepatannya, lanjut Anies, sama dengan menggunakan kendaraan pribadi.

“Tapi ini semua hanya bisa terjadi jika kendaraan umumnya bisa melintas dengan leluasa. Ketika publik pindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, naik angkot pindah ke Transjakarta, tapi Transjakarta-nya tidak bisa bergerak dengan lancar, maka orang berpikir buat apa saya naik kendaraan umum kalau kecepatannya sama dengan naik kendaraan pribadi,” imbuhnya.

Dengan adanya kolaborasi ETLE ini di setiap rute-rute TransJakarta berdampak sangat positif pada peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum.

“Karena itu, adanya kolaborasi ETLE di rute-rute Transjakarta berdampak amat positif pada peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum,” sambungnya.

Anies kemudian menerangkan program ETLE ini bukan hanya meningkatkan pengguna kendaraan umum, tetapi juga akan meningkatkan interaksi antar masyarakat.

“kita berharap Jakarta nanti menjadi contoh. Karena alhamdulillah, Jakarta saat ini dinobatkan menjadi 1 dari 3 kota dengan perbaikan transportasi terbaik di dunia. Saya ingin sampaikan bahwa, kerja bersama kita menunjukkan hasil yang boleh kita banggakan. Dan mari kita tunjukkan bahwa di Ibu Kota kita ini, kita bisa melakukan transformasi atas mobilitas penduduk kita. Dan kalau itu dilakukan, mudah-mudahan jadi inspirasi bagi kota lain dan negara-negara lain di dunia,” jelasnya.

Dia menjelaskan data penggunaan kendaraan umum tahun 2017 sampai 2019 mencapai 338.000 perhari. Jumlah ini meningkat pada 2019, yang mencapai sekitar 700.000 per hari.

“Penurunan kita drastis dengan adanya ETLE transportasi bisa leluasa bergerak dan yang tak kalah penting buat orang bebas berinteraksi jika menggunakan kendaraan umum,” kata Anies.

Diketahui terdapat 12 kamera ETLE yang ditempatkan di kawasan Sudirman Thamrin. Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya menambahkan 57 lera ETLE yang terpasang di beberapa ruas di Jalan di Jakarta.

Selain itu, selama satu tahun terakhir, sistem ETLE cukup memuaskan dengan menindak 54.074 pelanggar lalu lintas, 25.459 pelanggar telah melakukan pembayaran denda, dan 28.615 pelanggar telah diblokir kendaraannya.

Melalui sistem ETLE, denda tilang yang telah diserahkan kepada negara sebesar Rp3,96 miliar. Di sisi lain, tilang elektronik telah mampu menurunkan jumlah pelanggar lalu lintas hingga 27 persen berdasarkan catatan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Lihat juga...