Pemprov DKI Gencar Lakukan Pembangunan Drainase Vertikal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, berkolaborasi dengan masyarakat umum di Jakarta berkontribusi dalam membuat drainase vertikal di gedung perkantoran, fasilitas umum serta lingkungan rumah warga.

“Ini salah satu bentuk untuk meminimalkan terjadinya genangan di permukaan. Jadi, kalau itu dibangun dengan tepat dan dikolaborasikan juga dengan naturalisasi dan konsep-konsep lainnya, mudah-mudahan kita harapkan konservasi akan tercapai. Genangan itu dapat diminimalkan, dan akan ada recharge pemasukan air ke tanah, sehingga ini akan menghambat penurunan muka tanah di Jakarta,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Ricki M. Mulia, kepada wartawan di Blok F Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019) sore.

Menurut Ricky, menerapkan konsep penyerapan yang ramah lingkungan melalui pembangunan drainase vertikal di seluruh wilayah Jakarta, merupakan upaya mengelola air hujan dengan cara ditampung dan diresapkan ke dalam tanah secara alamiah sehingga tidak dilimpaskan ke laut begitu saja.

Dia menegaskan drainase itu tidak hanya mengatasi banjir, melainkan menjadi solusi dalam mengatasi kekeringan saat musim kemarau.

“Tak hanya untuk mengatasi banjir, drainase vertikal juga menjadi solusi kekeringan saat musim kemarau, lantaran air hujan yang ditampung tersebut dapat menjadi cadangan air,” ujarnya.

Dia berencana pada tahun 2020, pembangunan sumur resapan dikerjakan oleh organisasi perangkat daerah DKI.

“Tahun depan tetap pembangunan sumur resapan akan dikerjakan oleh organisasi perangkat daerah DKI Jakarta yang punya tanggung jawab masing-masing,” paparnya.

Pembangunan drainase vertikal terus ditambah tahun depan oleh Pemprov DKI Jakarta. Ricki menambahkan, perlu adanya kolaborasi berlanjut dengan warga dalam menambah titik drainase vertikal.

“Misalnya, Dinas Perindustrian dan Energi tahun depan untuk urusan geologi air tanah bergabung dengan SDA. Sudah kami anggarkan. Bina Marga juga, Dinas Pendidikan juga dan lainnya. Jadi, semua pihak terkait bekerja sama. Hal ini tidak akan terwujud kalau hanya dilakukan oleh Pemprov DKI, harus ada kolaborasi dari semua pihak. Jadi, kita harapkan juga peran masyarakat bersama-sama secara sadar, agar membangun juga sumur resapan di tempat-tempat yang memang dapat mereka bangun,” ucap Ricki.

Ricki pun menegaskan, pembangunan drainase vertikal ini memiliki banyak manfaat bagi kelestarian lingkungan hidup di wilayah DKI Jakarta.

Sementara, Kasie Pemeliharaan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Djoko Rianto, meyakini bahwa pembangunan drainase vertikal ini efektif untuk mengatasi genangan dan banjir di Jakarta.

Dia menjelaskan, terkait vertikal drainase atau sumur resapan ini, pada tahun 2019 Dinas SDA DKI Jakarta menargetkan  membangun 1.000 sumur resapan untuk vertikal draine.

“Sampai minggu kedua Desember 2019 ini, sudah kita bangun 990 titik, jadi kurang lebih 10 (sepuluh) titik lagi akan terbangun,” ujarnya.

Kemudian air hujan harus diresapkan ke tanah, sehingga perlu dibangun normalisasi saluran air. Untuk memindahkan genangan satu ke lainnya.

“Alhamdulillah, yang biasa banyak genangannya, sekarang dengan kita bangun juga kolam retensi yang berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan, itu paling sejam-setengah jam genangan sudah tidak ada. Jadi apa yang kita kerjakan itu sangat membantu sekali,” terangnya.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Energi (P&E) DKI Jakarta memasang sumur drainase vertikal atau sumur resapan di seluruh wilayah Ibu Kota. Total ada 693 sumur resapan yang dibangun hingga 2 Desember 2019.

Menurutnya, paling banyak di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur karena keduanya daerah resapan dari air tanah. Ricki optimistis target 1.300 sumur resapan bisa tercapai pada akhir tahun.

“Kita membangun 50 sumur resapan per hari. Mudah-mudahan sampai 15 Desember tercapai target,” paparnya, belum lama ini.

Lihat juga...