Pemprov DKI: Revitalisasi Trotoar Sesuai Aturan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan, revitalisasi trotoar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan sudah sesuai aturan.

Pejabat Pemegang Komitmen Pembangunan Infrastruktur Kegiatan Strategi Daerah Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Riri Asnita, menyatakan, pembangunan trotoar telah sesuai konsep mengoptimalkan pembangunan pada trase daerah milik jalan.

“Kita sudah sesuai aturan. Jadi jangan dibalik, malah (revitalisasi) trotoar yang dipersalahkan. Sebagian gedung lain di daerah Kemang sudah melakukan penyesuaian dengan revitalisasi trotoar yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta,” kata Riri di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (1/12/2019) sore.

Pasalnya telah beredar informasi di media sosial berisi video beda tinggi antara trotoar dan halaman gedung di salah satu bank di kawasan Kemang.

Menanggapi hal itu, Riri mengatakan ketidakrataan itu karena letak akses masuk ke gedung tersebut di bawah jalan.

“Namun, memang letak akses masuk gedung berada di bawah jalan dan gedung meninggi serta ada bangunan tambahan yang mengakibatkan penyempitan area parkir mereka,” ujarnya.

Suasana revitalisasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, yang ramai di media sosial karena pelebaran tidak sama tinggi, Minggu (1/12/2019) sore. Foto: Lina Fitria

Dia mengaku sudah dikomunikasikan dengan pihak bank tersebut. Dia menegaskan video itu tidak benar, karena standar ketinggian trotoar kurang lebih 15 centimeter dari jalan eksisting untuk keamanan pejalan kaki.

“Standar ketinggian trotoar sudah diatur kurang lebihnya 15 centimeter dari jalan eksisting untuk keamanan pejalan kaki di trotoar,” ungkapnya.

Dia menuturkan,  salah satu pemilik lahan dan gedung bank itu sebelumnya sudah melakukan pertemuan langsung dengan Pemprov DKI untuk melakukan kerja sama.

“Pemilik lahan dan gedung salah satu bank tersebut dan Pemprov DKI pada 20 November lalu. Di dalam kerja sama itu, bank tersebut mendukung dan mempersilakan Pemprov DKI untuk melakukan pembangunan trotoar di area trase daerah milik jalan yang sebagian lahannya masih milik persil, serta pemanfaatan lahan itu sebagai area publik,” ujarnya.

Salah satu hasil kerja sama tersebut adalah pemilik lahan harus menyesuaikan inrit (jalan akses masuk) dan lahan parkir dengan revitalisasi trotoar yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

“Kewajiban salah satu bank itu untuk membuat penyesuaian level (ketinggian) akses masuk ke gedung mereka, dengan trotoar yang telah terbangun dan melakukan penyesuaian di lahan area parkir (yang mereka miliki),” ungkapnya.

Dia memberikan bukti foto penampakan revitalisasi trotoar yang diambil dari udara (drone), dalam foto itu terdapat, akses masuk mobil sudah ada dan dibangun Pemprov DKI. Tetapi karena pemilik lahan dan bangunan belum melakukan penyesuaian level di area halamannya, sehingga masyarakat mengalami kesulitan masuk dan mengakses layanan.

“Sebagian lahan parkir bank tersebut, selama ini berada di trase daerah milik jalan. Artinya, selama ini masyarakat memarkir kendaraan bermotornya di area yang diperuntukkan trotoar,” imbuhnya.

Dia mengatakan pihak bank justru sudah menyalahi aturan sehingga disegel.

“Pihak bank itu sudah mengetahui (kewajiban tersebut) karena secara Izin Mendirikan Bangunan (IMB), mereka menyalahi aturan, karenanya disegel saat itu,” pungkasnya.

Sementara, Oka salah satu masyarakat di sekitar revitalisasi Kemang mengeluh menyebabkan jalanan menjadi macet dan sempit. Dia meminta Pemprov DKI untuk segera menuntaskan revitalisasi tersebut.

“Semenjak ada revitalisasi Kemang, jadi macet banget, di sini setiap hari enggak pernah macet. Biasanya keluar rumah mau ke Blok M cepet, karena ada revitalisasi jadi males ke mana-mana keluar rumah saja udah macet panjang,” tutur Oka saat ditemui di kawasan Kemang.

Dia menyarankan Pemprov, pada saat revitalisasi hanya difokuskan di satu wilayah Jakarta saja. Tidak  ke wilayah lain.

“Saran saya si bangunnya jangan dibarengin gini, misalnya di Jakarta Selatan sampe enam bulan. Di Jakarta Pusat berikutnya. Ini di mana-mana ada revitalisasi,” ungkapnya.

Disisi lain dia mengapresiasi revitalisasi trotoar tersebut. Dia berharap revitalisasi ini cepat selesai, sehingga kemacetan tidak mengular terlalu lama.

“Menurut saya bagus, ada sisi positifnya juga untuk pejalan kaki. Ya semoga saja cepet selesai. Biar macetnya enggak semakin panjang,” tutupnya.

Lihat juga...