Pemprov DKI Tata Kampung Kalibaru, Entaskan Kemiskinan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, siap berkolaborasi dengan melibatkan berbagai unsur dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).

Dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta memilih Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara menjadi pilot project atau proyek percontohan pengentasan kemiskinan. Bila program ini berhasil, maka bisa diadaptasikan ke kelurahan yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Dia menilai, kawasan tersebut merupakan salah satu tempat yang memiliki masalah paling kompleks.

“Kemudian untuk menyiapkan program tersebut, akan dikerjakan secara kolaborasi dari pemerintah, dari unsur dunia usaha, dari akademisi, dari NGO, dan dari unsur komunitas masyarakat setempat, bersama-sama menyiapkan programnya, merencanakan, dan eksekusi,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019) sore.

Anies menekankan, kemiskinan bukan masalah baru di Indonesia, karena sudah ada sejak masa kemerdekaan. Namun, Anies menyebut, permasalahannya mulai bergeser, dari awalnya bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum, menjadi mengentaskan kemiskinan.

“Sekarang kita berhadapan masalah kemiskinan bersamaan dengan ketimpangan. Kalau hanya kemiskinan saja, maka tidak ada komplikasi psikologis, sosiologis, sebesar ketimpangan bersama dengan kemiskinan. Karena itu, membereskan kemiskinan di Jakarta menjadi sebuah tantangan unik,” ujarnya.

Kondisi tersebut dilatarbelakangi sebagian masyarakat Indonesia sudah sejahtera dan sudah saatnya bersama-sama berkolaborasi mengentaskan masyarakat yang secara sosial-ekonomi belum sejahtera.

“Di kota ini, ditambah dengan migrasi yang berjalan secara terus menerus atau kita biasa menyebutnya urbanisasi, kita memiliki satu persoalan yang kompleksitasnya lebih tinggi dibandingkan masalah kemiskinan-kemiskinan di daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Dia menuturkan program tersebut bisa dimanfaatkan untuk tempat-tempat yang lain. Apalagi saat ini, Pemprov DKI sudah memiliki program CAP (Community Action Plan).

“Jadi, kita ingin kampung-kampung yang sekarang masyarakatnya berstatus sosial-ekonomi rendah itu ditingkatkan kesejahteraannya, sehingga nanti kampungnya pun menjadi kampung yang baik dan sehat,” paparnya.

Anies juga menggambarkan kehidupan dari masyarakat miskin Jakarta yang ekstrem dengan kondisi kesehatan masyarakat, sirkulasi udara perumahan, intensitas cahaya perkampungan, hingga kondisi psikologis berada dalam kesendirian.

“Hari ini, kita mulai hari ini. Kami berharap sekali tempat ini harus menjadi contoh sukses terkait program pengentasan kemiskinan. Pendekatannya menarik, pendekatannya adalah melibatkan semuanya. Semangatnya, semangat kolaborasi untuk mewujudkan kegiatan kali ini. Saya berharap Rakerdanya jangan sampai sekadar hadir, tapi partisipasi. Berikan ide gagasan yang konkret untuk dilaksanakan di Kalibaru,” tuturnya.

Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman, Suharti, menuturkan pemprov sengaja menggandeng banyak pihak agar proyek ini bisa berjalan lebih cepat. Di situ semua akan bergerak bersama-sama dengan kewenangan masing-masing.

Dia menjelaskan dipilihnya Kalibaru, karena daerah tersebut memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi dan kompleks, tapi di sisi lain pengurus kelurahannya dikenal kooperatif, kemudian pola kolaborasi juga akan dipakai di daerah-daerah lain pada tahun-tahun mendatang.

“Setelah itu nanti kami bergerak lebih lanjut dengan mengambil pembelajaran dari Kalibaru,” tambah Suharti.

Diketahui, waktu lima tahun 2017-2022 Pemprov DKI Jakarta menargetkan Tingkat Kemiskinan turun sebanyak 1 persen, dari 3,78 persen pada tahun 2017 menjadi 2,78 persen. Sedangkan pada tahun 2022, target penurunan Tingkat Kemiskinan sebesar 1 persen di tahun 2022.

Lihat juga...