Pemprov-DPRD DKI Gelar Rakor Antisipasi Banjir

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyiapkan ratusan pompa untuk mengantisipasi banjir yang disebar di lima wilayah di kota tersebut. 

Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Juaini, ada 474 unit pompa disebar ke 174 lokasi, dengan total kapasitas 490,88 meter kubik per detik. Rinciannya, sebanyak 100 unit pompa disebar di 38 titik di Jakarta Barat dan 38 unit di 19 lokasi di Jakarta Utara.

Lalu, 57 unit pompa diletakkan di 17 lokasi di Jakarta Pusat dan 38 unit di 20 lokasi di Jakarta Timur. Ada pun 35 unit pompa disebar di 69 lokasi di Jakarta Selatan.

“Semua sekarang dalam kondisi siap stand by ketika hujan datang emang daerah situ perlu hidupkan. Bila diperlukan langsung dihidupkan,” kata Juaini di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019) siang.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Juaini, di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019) siang. –Foto: Lina Fitria

Pompa tersebut, lanjut Juaini, dikeluarkan ketika daerah tersebut ada genangan yang lama surut hingga berjam-jam maupun sehari. Dia menuturkan, masyarakat boleh menghubungi Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk memompa genangan.

“Ketika ada genangan yang berjam-jam itu bisa kirim ke lokasi yang diminta. Masyarakat boleh hubungi kita, kalau seandainya daerahnya ada genangan. Kita kirim langsung pompa mobile itu,” tutur Juaini.

Menurutnya, berdasarkan kondisi air genangan di daerah masing-masing, jika air meluap ke jalan karena kiriman dari Bogor, dia tidak bisa memprediksikan berapa waktu akan surut.

“Kita lihat pengaruh juga, kalau yang di jalanan mungkin bisa cepat seperti kemarin. Tapi, emang ada beberapa daerah mungkin kalau dari Bogor, kita enggak bisa prediksi,” ujarnya.

Sementara, Komisi D DPRD DKI Jakarta menginginkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melakukan upaya mengatasi genangan secara komprehensif.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, mengatakan, pihaknya sengaja melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan Eksekutif untuk pembahasan kesiapan sarana dan prasarana pengendalian banjir maupun genangan.

“Kami ingin mengetahui langsung langkah-langkah yang sudah dan akan dilakukan, baik oleh Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” ujar Ida.

Kemudian, berdasarkan pemaparan yang disampaikan, DPRD DKI menilai upaya yang dilakukan sudah cukup baik. Tapi, masih perlu dioptimalkan lagi.

“Kami menyampaikan sejumlah masukan. Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti, agar Jakarta bisa bebas dari genangan dan banjir,” terangnya.

Ida menjelaskan, koordinasi terkait upaya mencegah terjadinya genangan dan banjir perlu terus diintensifkan. Kolaborasi antarOPD terkait juga harus ditingkatkan.

“Harus ada kerja sama yang baik. Sehingga, harus bisa dipastikan betul saat hujan tidak terjadi genangan dan banjir, terutama di kawasan strategis serta jalan protokol,” ungkapnya.

Sedangkan, Asisten Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Yusmada Faizal, memastikan seluruh OPD sudah bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan genangan dan banjir.

“Kita di SKPD teknis ada grup WA juga, untuk memudahkan koordinasi dan melakukan penanganan cepat saat terjadi genangan atau banjir,” kata Yusmada.

Dia menangapi positif atas masukan-masukan dari Legislatif, khususnya Komisi D terkait perlunya optimalisasi upaya mengatasi terjadinya genangan dan banjir.

“Kami tadi juga sudah menyampaikan untuk pengendalian genangan dan banjir saat ini digunakan pola Tahan, Hambat, dan Resap,” tutupnya.

Lihat juga...