hut

Penahanan Penulis Australia, Cina Diminta Penjelasan Rinci

Penulis Yang Hengjun, warga negara Australia yang ditahan oleh Cina – Foto Ant

SYDNEY – Senin (2/12/2019), Australia mengeritik perlakuan terhadap seorang penulis Australia kelahiran Cina, yang ditahan oleh Beijing. Penahanan disebut-sebut, sudah terjadi hampir satu tahun.

Australia mendesak dan menyerukan lebih banyak perincian, tentang kasus tersebut. Sehingga, dapat meningkatkan prospek hubungan yang menyakitkan baru di antara negara tetangga Asia tersebut. Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne mengatakan, pejabat konsuler Australia baru-baru ini mengunjungi Yang Hengjun, telah melaporkan kondisi yang tidak dapat diterima. Seperti perlakuan isolasi dan interogasi harian, yang kadang-kadang dilakukan dalam kondisi diborgol.

Teguran umum kemungkinan akan mendapat respons negatif dari Cina, yang merupakan mitra dagang terbesar Australia. Pertengkaran diplomatik sebelumnya telah mengakibatkan gangguan pada ekspor batubara dan pengiriman anggur. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, kesejahteraan warga negara Australia adalah yang terpenting. “Australia selalu harus membela warga negara kami, dan kami harus jujur pada siapa sebagai rakyat,” kata Morrison di Canberra.

Beijing sebelumnya mengalami kehancuran, ketika Australia secara terbuka mengemukakan kasus Yang, seorang mantan diplomat Cina yang berubah menjadi jurnalis dan blogger online. Yang secara resmi ditangkap pada Agustus, karena dicurigai melakukan spionase, setelah sebelumnya sempat ditahan selama tujuh bulan di kota Guangzhou selatan. Meskipun tulisan-tulisan Yang, belakangan sebagian besar menghindari politik Cina, ia menjadi terkenal pada awal 2000-an ketika mendapat julukan sebagai penjual demokrasi.

Morrison mengatakan, Australia ingin melihat perincian yang jelas tentang kasus Yang, dan untuk memastikan bahwa ia memiliki akses ke pengacara dan anggota keluarganya. Salah satu pengacara Yang disiapkan Australia, Sarah Condon mengatakan, Kementerian Keamanan Negara China memberikan Yang (54) beberapa obat setiap hari.

Hal itu dilakukan, karena mereka telah mendiagnosis adanya penyakit tekanan darah tinggi dan masalah fungsi ginjal. “Kami khawatir karena ia masuk sebagai pria yang bugar dan sehat. Sekarang dia memiliki diagnosis yang diakui ini dan sedang diberi ramuan obat-obatan,” kata Condon.

Awal tahun ini, Reuters melaporkan Canberra telah menentukan, bahwa Beijing bertanggung jawab atas serangan dunia maya terhadap parlemen Australia. Termasuk serangan kepada tiga partai politik terbesar. Hal itu terjadi, hanya beberapa bulan setelah pemilihan. Cina menyangkal ada di balik serangan yang dituduhkan. Dan bulan lalu, Cina menolak dua visa anggota parlemen Australia untuk memasuki negara tersebut. Cina membeli lebih dari sepertiga total ekspor Australia dan mengirim lebih dari satu juta wisatawan dan pelajar ke negeri itu setiap tahun. (Ant)

Lihat juga...