Penghujung Tahun 2019 Ancaman Bencana Menghantui Sumbar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Menjelang penghujung tahun 2019 ini, sejumlah daerah di Sumatera Barat dilanda bencana banjir dan angin kencang. Bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi hujan masih terjadi di Sumatera Barat.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan, dari pantauan BMKG untuk kondisi cuaca di Sumatera Barat secara umum hujan intensitas sedang masih berpeluang terjadi pada siang hingga malam hari, terutama di bagian Tengah dan Timur Sumatera Barat.

Daerah yang ada di bagian tengah dan timur itu, yakni Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Padangpanjang, Kabupaten Padangpariaman, Solok, Agam dan daerah sekitarnya. Jadi untuk daerah tersebut terlihat potensi hujan, dan diperkirakan hingga beberapa hari ke depan masih akan turun.

“Kalau daerah tengah dan timur Sumatera Barat potensi hujan ada. Lalu untuk di laut, kita memantau untuk gelombang laut masih 0.75 – 1.25 meter untuk perairan Selat Mentawai. Artinya masih berada di kategori aman,” jelasnya, ketika dihubungi Cendana News dari Padang, Sabtu (14/12/2019).

Untuk itu, BMKG berharap bagi daerah yang masih terlihat berpotensi dilanda hujan, agar masyarakat untuk mengurangi aktivitas di kawasan sungai, karena sewaktu-waktu bisa terjadi bencana air bah, seperti yang terjadi di beberapa daerah saat ini di Sumatera Barat.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, Erman Rahman, mengatakan, sampai hari ini telah ada enam daerah yang dilanda bencana, seperti Kabupaten Solok Selatan, Agam, Limapuluh Kota, Dharmasraya, Solok, Padang, dan Padang Pariaman.

Akibat bencana itu, cukup banyak kerugian yang dialami masyarakat, seperti rumah terseret arus banjir karena berada dekat dari kawasan daerah aliran sungai, dan ada rumah yang terendam banjir hingga satu meter lebih.

Bahkan telah ada dua orang korban yang merupakan balita yang ada di Kabupaten Dharmasraya dan Solok Selatan.

“Kalau di Solok Selatan sebenarnya belum lama ini telah dilanda banjir bandang juga. Tapi baru kemarin Jumat pagi banjir bandang kembali terjadi. Dari kondisi seperti ini, BPBD kabupaten dan kota telah bergerak cepat melakukan penanganan,” katanya.

Untuk daerah yang dilanda bencana angin kencang telah selesai dilakukan penanganan, karena dampaknya tidak begitu banyak. Tapi untuk daerah yang terdampak terparah akibat bencana itu, seperti Solok Selatan, Agam, Limapuluh Kota, telah dibuatkan tempat pengungsian.

Soal bantuan logistik juga telah disebar ke berbagai posko pengungsian yang ditangani langsung oleh BPBD dan Pemkab masing-masing daerah yang terdampak bencana tersebut. Bahkan Kepala BNPB Doni Monardo kemarin juga telah menyerahkan bantuan kepada warga dampak bencana.

“Kita dari Pemprov Sumatera Barat tentu menurunkan bantuan berupa logistik, karena warga di pengungsian membutuhkan logistik. Ditambah bantuan dari pusat melalui BNPB, sehingga diharapkan warga terdampak bencana jadi terbantu,” ujarnya.

Erman mengakui bahwa melihat potensi hujan yang masih ada hingga penghujung tahun 2019 ini, juga perlu diwaspadai bersama. Tidak hanya untuk daerah yang telah dilanda bencana, untuk daerah lainnya juga perlu waspada seperti Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil BPBD dengan BMKG pun menyatakan beberapa hari ke depan sejumlah daerah masih diguyur hujan.

Terkait kunjungan kerja Kepala BNPB Doni Monardo ke Prov Sumatera Barat, ia mendatangi daerah Kabupaten Limapuluh Kota dan Solok Selatan, dimana kedua daerah itu merupakan daerah terparah terdampak bencana alam.

Di sana ia memberikan bantuan logistik dari BPBD Provinsi Sumatera Barat, sedangkan dari BNPB memberikan bantuan sebesar Rp 500 juta dan diterima oleh Bupati Limapuluh Kota.

Sedangkan untuk Kabupaten Solok Selatan juga mendapat bantuan tahap II sebesar Rp500 juta yang  telah diterima langsung oleh Bupati Solok Selatan. Kepala BNPB berharap Pemkab Kabupaten dan Kota terdampak bencana segera melakukan pendataan, agar bisa dibantu.

Selain itu, Doni Monardo juga menginginkan agar nanti BNPB membentuk tim kajian kebencanaan untuk mencari penyebab terjadinya banjir dan longsor serta mencarikan solusi dari bencana tersebut. Sehingga bantuan-bantuan yang diberikan oleh BNPB bermanfaat bagi kabupaten dan kota yang sering mengalami banjir dan longsor.

Lihat juga...