Pengunjung Sayangkan Rusaknya Mangrove di Pantai Tanjung Tuha

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah pengunjung pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, Desa Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), menyayangkan kerusakan mangrove di wilayah tersebut.

Popay, salah satu pengunjung asal Cilegon, Banten, menyebut sebulan sebelumnya kawasan pantai tersebut dipenuhi rerimbunan mangrove. Namun saat ia datang pada Selasa (31/12), mangrove jenis setigi, prepek, bakau, dan api api sudah roboh.

Ia menyebut, lokasi tumbuhnya mangrove di pantai Tanjung Tuha memiliki keindahan. Pada 2019, bahkan menjadi pusat restorasi dan pengembangan ekosistem pesisir (PRPEP). Sebagai lokasi PREP, kawasan tersebut menyediakan lokasi pembibitan mangrove dan tracking mangrove.

Popay (kiri), di perairan Bakauheni Lampung Selatan, Selasa (31/12/2019). -Foto: Henk Widi

Pohon mangrove yang rusak, menurutnya sebagian tumbang dengan akar yang tercabut. Meski tidak mengetahui persis penyebab kerusakan mangrove yang digusur dengan alat berat, ia sangat menyayangkan tanaman mangrove yang tumbang, meski di kawasan pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, terlihat masih tumbuh pohon bakau, kemiri laut, kelapa dan api api.

“Lokasi pantai yang indah ini sebagian tanaman mamgrovenya rusak, seharusnya bisa dijaga karena akan menjadi penjaga dari abrasi serta bagian dari ekowisata yang harus dilindungi,” ungkap Popay, Selasa (31/12/2019).

Menurutnya, lokasi tumbuh tanaman mangrove berbagai jenis juga bisa menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa. Beberapa jenis kepiting bakau dan kerang bahkan bisa diperoleh. Namun usai kawasan tersebut rusak oleh aktivitas manusia, habitat alami sejumlah satwa berkurang. Lokasi yang sebelumnya berupa sungai kecil ditumbuhi setigi, kini bahkan mulai tertimbun tanah urukan.

Beberapa warga di Dusun Sukarame, Desa Bakauheni yang ditemui Cendana News, menyebut kerusakan tanaman mangrove sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

Bejo, bukan nama sebenarnya, mengaku tidak mengetahui kapan tanaman mangrove dirobohkan. Perobohan mangrove dipastikan memakai alat berat, karena langsung diratakan dengan tanah.

“Saya biasa ke pantai, tapi tidak mengetahui persis proses tumbangnya pohon mangrove di kawasan ini,” beber Bejo.

Bejo dan warga lain bahkan menyebut, sebagai kawasan yang dikelola sebagai objek wisata sangat disayangkan perusakan mangrove. Terlebih objek wisata pantai Tanjung Tuha Pasir Putih dikenal dengan keasrian dan kelestarian mangrove.

Sejumlah pohon mangrove yang tersisa, menurutnya berada di bibir pantai yang digunakan sebagai lokasi warga mendirikan warung penjualan makanan dan minuman ringan.

Bejo menyebut, di sejumlah titik imbauan dari Bhabinkamtibmas Polairud Polres Lamsel, bahkan masih terpasang. Imbauan tersebut di antaranya jangan merusak tumbuhan di pesisir laut. Adanya imbauan tersebut membuat sejumlah warga tidak melakukan perusakan tanaman setigi,bakau. Beberapa warga memilih melakukan penanaman kelapa, kemiri laut dan setigi pada bibir pantai.

“Sebagian warga yang mengelola pantai sempat meminta kepada operator alat berat agar tidak menggusur, namun sebagian tanaman mangrove terlanjur tumbang,” papar Bejo.

Kepala Desa Bakauheni, Sahroni, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu menyebut jelang libur akhir tahun dan awal tahun pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, dibenahi. Pantai yang menyajikan tracking mangrove tersebut menjadi lokasi favorit untuk berwisata. Sebagai pusat restorasi dan pengembangan pesisir sebagian tanaman masih akan dijaga.

“Sepanjang pesisir ini banyak pohon mangrove jenis setigi, bakau yang dipertahankan karena banyak fungsinya  untuk menjaga sepanjang bibir pantai,” papar Sahroni.

Spot wisata di Desa Bakauheni diakuinya masih banyak dikunjungi wisatawan. Terlebih pada libur Nataru 2019/2020, kunjungan wisatawan masih terus berlangsung.

Mengantisipasi lonjakan pengunjung area parkir dan penataan di wilayah tersebut. Terkait sejumlah kerusakan mangrove di kawasan tersebut, ia menyebut akan dilakukan upaya penanaman. Tanpa menyebut pihak yang merusak mangrove, ia berharap pelestarian tanaman tetap bisa dilakukan.

Lihat juga...