Penjual Terompet di Kuta Turun Omzet

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BADUNG –  Pergantian malam tahun baru identik dengan suvenir berupa terompet. Biasanya masyarakat yang merayakan tahun baru mencari suvenir ini. Namun, bagi penjual terompet di kawasan objek wisata Kuta Bali, tahun ini  berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena terus menurun omzet penjualannya.

Seperti diceritakan oleh Edy Purnomo, penjual terompet tahun baru di Jalan Raya Kuta Badung Bali. Ia mengatakan, omzet penjualan barang dagangannya terus mengalami penurunan. Diakui, penurunan tersebut mulai terjadi sejak kurun waktu dua tahun belakangan.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena pola masyarakat dalam menyambut pergantian tahun baru berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan penurunan omzet penjualan terompet tersebut hingga mencapai 70%.

“Iya sepi nih Mas. Mungkin karena masyarakat sudah berubah tidak menggunakan terompet lagi Mas,” ujarnya saat ditemui di area jualannya di Jalan Raya Kuta, Badung Bali, Selasa (31/12/2019).

Dikatakan, jika sebelumnya dirinya mampu menjual terompet sebanyak 1000 pics, namun menjelang malam pergantian tahun di tahun ini dirinya hanya mampu menjual terompet sebanyak 300 pics.

Penjual terompet musiman ini menerangkan, terompet ini dia beli  dari pengepul terompet tahun baru di kawasan Denpasar.

“Kebanyakan pembeli merupakan tamu lokal meskipun ada juga tamu mancanegara. Untuk harga jual dari Rp.10.000 hingga Rp.20.000,” terangnya.

Dia berharap dalam pergantian tahun depan kondisinya tidak sama seperti tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya.

Di sepanjang kawasan jalan Raya Kuta memang banyak  penjual atau pedagang dadakan suvenir tahun baru. Selain terompet, ada jual yang menjual suvenir tahun baru lainnya misalnya kembang api dan topeng karakter.

Lokasinya yang strategis karena menjadi salah satu akses pintu masuk ke pantai Kuta, jalanan ini selalu ramai dipenuhi oleh para pedagang musiman.

Adit, salah seorang seorang penjual topeng karakter juga mengaku terus mengalami penurunan omzet penjualan sampai  H-1 malam tahun baru.

“Ya begini dah adanya Mas, sepi,” tegasnya.

Lihat juga...